Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Indonesia Raih 3 Emas di Kejuaran Para Panahan Dunia di Bangkok

Widjajadi
05/4/2026 23:51
Indonesia Raih 3 Emas di Kejuaran Para Panahan Dunia di Bangkok
Riyanti yang baru pertama kali mengikuti event resmi World Archery sukses meraih dua medali emas. Dia memenangi nomor double womens recurve saat berpasangan dengan Noviera Ross.(Dok NPC Indonesia )

TIM para panahan Indonesia sukses mengamankan enam medali saat mengikuti kejuaraan dunia bertajuk Hyundai World Archery Para Series 2026 di Bangkok, Tailan, 30 Maret - 4 April 2026. 

Skuad Garuda berhasil membawa pulang tiga medali emas, satu medali perak dan tiga medali perunggu. Raihan ini menempatkan Indonesia sebagai runner up di klasemen medali, di bawah India yang menjadi juara umum dengan raihan tujuh medali emas, tiga medali perak dan dua medali perunggu. 

Kejuaraan panahan dunia di Negeri Siam itu menjadi bagian rangkaian event perebutan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Prestasi yang dicapai Indonesia ini tak lepas dari performa menawan pemanah debutan asal Kalimantan Selatan bernama Riyanti Ananda.

Riyanti yang baru pertama kali mengikuti event resmi World Archery sukses meraih dua medali emas. Dia memenangkan nomor double womens recurve saat berpasangan dengan Noviera Ross. Kemudian, medali emas dari nomor mixed team recurve diraih Riyanti bersama pemanah senior, Kholidin, yang pada ajang panahan bergengsi itu juga meraih emas di nomor recurve men open. Penarik busur dengan mulut asal Pekalongan ini meraih emas usai mengalahkan peraih medali emas Paralimpiade Paris 2024 asal India, Singh Harvinder. 

Sementara itu, medali perak diraih pasangan Arif Firmansyah/Teodora Audi Ayudia Ferelly melalui nomor mixed team compound. Sedang medali perunggu diraih Setiawan dari nomor recurve men open dan Riyanti Ananda dari nomor recurve women open.

Tim pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, mengatakan hasil enam medali dalam pertarungan di Bangkok sangat membanggakan, dan diluar prediksi target.

"Sebab berbicara target awal, nomor yang kita targetkan malah tidak tercapai. Kita kalah dari China Taipei di nomor double men recurve. Tiga emas itu diluar prediksi. Mixed team recurve targetnya perunggu, double women recurve target perak dan mixed team compound target perunggu, tetapi bisa dapat emas," kata Rameez Ali, Minggu (5/4). 

Dia membeberkan, keberhasilan itu tak lepas dari dukungan penuh National Paralympic Committee Indonesia (NPC Indonesia) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), berkaitan dengan penambahan atlet dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas). 

Tim pelatih mengusulkan agar kompetisi internal di setiap kategori ditambah, dari mulanya dua atlet menjadi tiga atlet. Kini, semua atlet harus bersaing ketat selama pemusatan latihan agar mendapat tempat untuk diberangkatkan ke event dunia. 

"Perubahan sistem kompetisi internal ini menciptakan mental atlet yang lebih kuat. Yang tadinya mungkin merasa nyaman, dengan sistem yang sekarang mereka ada pacuan tersendiri. Sistem ini terbukti efektif di event pertama setelah adanya perubahan sistem kompetisi internal," jelas Rameez Ali.

Secara khusus, tim pelatih para panahan Indonesia memberikan pujian kepada Riyanti Ananda. Meski pesaing berdatangan dari negara-negara langganan Paralimpiade, Riyanti bisa tampil tenang dan mencatatkan bidikan terbaik. 

"Riyanti baru mengikuti pelatihan nasional pada bulan Agustus 2025, tetapi bisa tampil maksimal. Capaian dua emas dan satu perunggu merupakan prestasi yang patut diapresiasi," ungkap Rameez Ali. 

Termotivasi Kejar Prestasi Dunia

Riyanti mengungkapkan rasa bahagianya karena berhasil mendapatkan tiga medali dalam kejuaraan dunia pertamanya. Ia pun berterima kasih kepada sosok-sosok yang mendukung perkembangan karirnya di cabor para panahan. 

"Alhamdulillah, sangat bahagia dan bersyukur. Ini medali pertama saya di event internasional. Terima kasih kepada tim pelatih, NPC Indonesia dan teman-teman semua. Tanpa bantuan mereka, saya tidak akan bisa sampai sejauh ini," ucap Riyanti.

Motivasi yang sama turut disuarakan Kholidin yang selama ini konsisten mempersembahkan prestasi terbaik. Ia membidik tiket agar bisa bersaing di Paralimpiade Los Angeles 2028. 

"Terima kasih untuk dukungan dan doa dari semuanya. Mudah-mudahan ini menjadi pijakan lebih baik lagi di Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade Los Angeles 2028," ungkap dia. 

Kholidin merasa kemenangan atas Singh Harvinder merupakan momen spesial dan dijadikan penyemangat tambahan dalam menjalani sesi latihan. 

"Rasanya sangat luar biasa sekali bisa mengalahkan Singh yang notabene peraih medali emas Paralympic Paris," ucap Kholidin. 

Kompetisi Selanjutnya

Ada dua agenda internasional yang berpotensi diikuti tim para panahan Indonesia sebelum bertarung di Asian Para Games 2026, yakni Nove Mesto Hyundai World Archery Para Series di Republik Ceko, 28 Juni hingga 4 Juli 2026 dan Asian Archery Para Cup 2026 di India bulan September 2026 mendatang.

Namun, keikutsertaan tersebut masih menunggu perkembangan situasi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Untuk berangkat menuju Ceko, tim para panahan Indonesia perlu transit di kawasan Timur Tengah. (WJ/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik