BARCELONA terancam didepak dari La Liga Spanyol andai Catalunya menjadi negara merdeka. Jika pun akhirnya itu terjadi, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengaku ingin Barcelona bermain di Lique 1 (Liga Prancis). "Kenapa tidak bisa? Monako juga bermain di Ligue 1," ujar politikus kelahiran Barcelona tersebut. AS Monaco sudah tampil di Ligue 1 sejak 1933. Mereka memilih untuk bermain di kasta teratas kompetisi sepak bola Prancis lantaran di Monako tidak punya kompetisi resmi yang berada dalam naungan FIFA dan UEFA.
Apa yang terjadi dengan Monako bisa jadi yang dialami Barcelona. Pasalnya, petinggi-petinggi kompetisi sepak bola Spanyol sejak jauh hari sudah menegaskan tidak akan merestui Barcelona tampil di La Liga andai Catalunya merdeka. Akan tetapi, keinginan Valls tersebut belum tentu direstui otoritas penyelenggara Ligue 1. Ia hanya mengutarakan keinginan itu karena merupakan fan berat Blaugrana sejak era Jenderal Franco.
"Saya masih ingat atmosfer luar biasa di lapangan pada Agustus 1975, beberapa minggu sebelum Franco meninggal dunia," ujar Valls. "Sejarah Barcelona tak hanya berkaitan dengan sepak bola. Saya punya hasrat tinggi terhadap sepak bola dan klub ini. Rakyat Prancis tahu soal ini. Saya senang berbicara tentang Barcelona kepada siapa pun," lanjut Valls.
Pada pemilu parlemen lokal akhir bulan lalu, kemenangan telak gerakan prokemerdekaan membuat mimpi buruk La Liga mendekati kenyataan. Seusai pemilu regional, Minggu (27/9), gerakan separatis Junts pel Si (Together for Yes) mengklaim kemenangan mutlak. Tidak kurang 62 dari 135 kursi yang tersedia di parlemen diklaim telah disegel gerakan yang dipimpin Artur Mas itu.
Meskipun demikian, mereka masih kurang enam kursi lagi jika ingin memunculkan isu referendum. Together for Yes amat mungkin bakal berkoalisi dengan partai pendukung kemerdekaan lainnya, CUP, yang memperoleh 10 kursi di pemilu. Jika itu jadi terwujud, Mas sudah menyiapkan skenario pemisahan Catalonia dari Spanyol dalam kurun 18 bulan mendatang.
Kandidat anggota parlemen dari Together for Yes, Raul Romeva, bertekad menekan Madrid agar mau bernegosiasi untuk menerima referendum guna menentukan kemerdekaan Catalonia. "Jika negara (Spanyol) menunjukkan tidak ada niat untuk bernegosiasi, kami tetap akan melakukannya," ujar Romeva.