Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat Phinera
Wijaya berterima kasih secara khusus atas perhatian sesepuh Jawa Barat,
Mochamad Iriawan terhadap dunia pencak silat di Tanah Air.
Hal ini disampaikan Phinera yang akrab disapa Kang Icak tersebut dalam penutupan Kejurnas Tadjimalela Cup 2022, di GOR Pajajaran, di Jalan Pajajaran, Kota Bandung.
Menurut Kang Icak, saat menjadi Penjabat Gubernur Jabar meski hanya
sebentar, Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule ini dengan senang hati
membiayai IPSI Jawa Barat untuk pergi ke Paris dan UNESCO. "Kita
berangkat dalam rangka mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Jadi Pak Iwan
Bule ini kehadirannya dirasakan amat luar biasa bagi kami," katanya.
Sementara itu Iriawan pun mengaku hal yang dilakukannya tersebut, tidak
lain demi menjadikan pencak silat mendapat pengakuan di seluruh dunia.
"Pencak silat ini adalah warisan budaya tak benda. Bahkan bela diri
pencak silat yang terdiri dari berbagai jenis ini adalah daya tarik
tersendiri bagi kekayaan budaya Nusantara," katanya
Pencak silat, ujar Iwan Bule, menjdi pengingat akan jasa para pahlawan. Seperti kita ketahui banyak pahlawan di Indonesia menggunakan pencak silat sebagai sarana bela diri.
"Misalkan Prabu Siliwangi, Pangeran Diponegoro, Sultan Agung dan
berbagai pahlawan lainnya, adalah mereka yang mahir pencak silat. Jadi,
selain sebagai warisan budaya, pencak silat juga adalah salah satu dari
banyak faktor perjuangan Bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan,"
katanya.
Iwan Bule pun memberi contoh bahwa sebelumnya atlet Nasional Hanifan
Yudani pernah membuat warga Indonesia terharu hingga meneteskan air
mata. Kejadian itu adalah saat Hanif menyabet medali emas dalam Asian
Games 2018.
"Hanif memeluk Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang pada saat itu
bersaing dalam Pilpres 2019. Jadi pencak silat ini tentunya sangat bisa
untuk mempersatukan Bangsa Indonesia yang kita cintai ini," tandas Iwan. (N-2)
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Muhammad Zaki Zikrillah Prasong mengakhiri kiprahnya di SEA Games 2025 dengan merebut emas nomor tanding putra kelas C 55-60 kg.
Film ini menampilkan pertarungan fisik berdarah-darah. Di sisi lain, elemen drama dalam film ini juga cukup kuat, terutama terkait hubungan persaudaraan.
PB IPSI tidak membebani para atlet dengan target medali di ISG kali ini.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Pembukaan PON Bela Diri 2025 disemarakkan dua pesilat kawakan Indonesia yang juga dikenal di panggung internasional, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved