Rabu 21 Juli 2021, 00:12 WIB

Wartawan Asing Peliput Olimpiade Tokyo Menggerutu

Mediaindonesia.com | Olahraga
Wartawan Asing Peliput Olimpiade Tokyo Menggerutu

AFP/Charly Triballeau
Warga Tokyo berfoto di belakang Cincin Olimpiade di Tokyo, Jepang

Wartawan asing yang meliput Olimpiade Tokyo keheranan karena baru mengetahui tahu apa yang mereka anggap kesempatan melaporkan keadaan di luar "gelembung" media, malah menjadi tur wisata berjaga jarak sosial tanpa boleh mengambil gambar.

Berharap bisa melaporkan suasana Tokyo di luar Olimpiade, Senin (19/7) itu wartawan-wartawan luar Jepang itu malah diangkut oleh panitia penyelenggara yang seperti diburu waktu, dari satu tempat wisata kosong ke tempat wisata kosong lainnya, selama dua jam.

Wartawan asing yang umumnya dibatasi oleh aturan terkait COVID-19 untuk tidak bepergian di luar hotel dan situs-situs Olimpiade tersebut kesal oleh langkah-langkah seperti pelacakan via GPS dan larangan mewawancarai warga biasa Jepang.

Sebaliknya sejumlah wartawan Jepang terus mengintai para pengunjung mancanegara guna memastikan mereka tidak melanggar aturan karantina.

Mengingat Olimpiade segera dibuka Jumat pekan ini, penyelenggara mengatakan pembatasan adalah cara tepat dalam memerangi penyebaran epidemi di Jepang. Media luar negeri memprotes penyelenggara karena membatasi kebebasan pers, lapor kantor berita Kyodo seperti dikutip Reuters.

Selain dipaksa berulang kali memeriksa suhu tubuh, kunjungan ke situs-situs wisata dibatasi paling lama 30 menit dan harus menjaga jarak sosial. Hari itu para wartawan mengunjungi situs-situs seperti Museum Nasional Tokyo dan Taman Hama-Rikyu, sebuah vila tepi teluk yang diperuntukkan bagi kaum feodal.

"Kami hanya pergi ke museum nasional tanpa dibolehkan mengambil gambar, jadi tidak ada gunanya bagi media," kata reporter Finlandia Heikki Valkama.

Mikai Asai dari Dewan Pariwisata Jepang mengatakan pihaknya hanya memberikan waktu senggang kepada wartawan yang terkurung untuk menjelajahi ibu kota dengan aman.

"Karena ada pembatasan, (wartawan) tidak diperbolehkan keluar mengambil gambar. Kami hanya ingin berbagi budaya Jepang, dan agar semua orang menikmatinya sebagai bagian dari keramahtamahan kami," kata dia. (Ant/OL-12)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Sempurna di Fase Grup, Hendra/Ahsan Tegaskan Belum Puas

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 27 Juli 2021, 17:49 WIB
Walau sempurna di fase grup, peraih medali emas Asian Games 2014 Incheon ini mengaku belum lega karena masih ada tantangan lain yang harus...
Antara

Cuaca Ekstrem Ganggu Konsentrasi Arif Dwi di Olimpiade Tokyo

👤Ilham Ananditya 🕔Selasa 27 Juli 2021, 17:43 WIB
Pemanah muda berusia 17 tahun itu pun harus menghentikan langkahnya pada babak eliminasi 32 besar untuk perorangan putra di Olimpiade...
Tiziana FABI / AFP

Tersingkir di Olimpiade Tokyo Jadi Kekecewaan Terbesar Osaka

👤Akmal Fauzi 🕔Selasa 27 Juli 2021, 16:20 WIB
Osaka harus mengubur mimpinya meraih emas di negara sendiri setelah kalah 6-1, 6-4 dari Marketa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya