Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kurang Maksimal, Macan Kemayoran Diimbangi Barito

Sat
06/4/2016 06:30
Kurang Maksimal, Macan Kemayoran Diimbangi Barito
(ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

PELATIH baru Persija Jakarta Paulo Camargo terbukti masih belum mampu menemukan komposisi terbaik untuk klub kebanggaan Ibu Kota itu.

Pascaditahan imbang Afrika Selection 1-1, Sabtu (2/3) lalu, ‘Macan Kemayoran’--julukan Persija--kembali dipaksa berbagi angka oleh sang lawan dalam laga uji coba. Kali ini, giliran Barito Putera yang sukses menyulitkan Persija setelah mengakhiri laga dengan skor 2-2, kemarin.

Dalam laga yang digelar di Stadion Bea dan Cukai Jakarta, Persija Jakarta sebenarnya tampil dengan kekuatan terbaiknya, memanfaatkan tiga legiun asing barunya, yaitu Rafael da Lima, Patrick da Silva, dan Willian. Terbukti, Persija berhasil unggul cepat setelah sepakan penalti Ismed Sofyan mengubah papan skor di menit keenam.

Eks pemain Persija Jakarta Adam Alis mampu membuat Barito Putera menyamakan kedudukan pada menit ke-28. Karena tersentak dengan gol tersebut, Ramdani Lestaluhu dkk membuat Persija kembali unggul 4 menit berselang. Sundulan pemain asing Patrick da Silva tidak mampu dimentahkan oleh kiper Barito, Aditya Harlan.

Skor 2-2 menjadi hasil akhir berkat usaha Ibrahim Conteh jelang turun minum.

Meskipun meraih hasil kurang maksimal, Camargo menyebut timnya telah banyak berkembang jika dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya. Namun, pelatih asal Brasil itu tidak memungkiri bahwa Persija memerlukan jam bermain lebih banyak untuk mematangkan permainan.

“Pertandingan secara keseluruhan baik. Crossing bagus. Untuk kali pertama, saya kira semua tim bermain baik. Saya pikir, dengan berjalannya waktu, Persija akan semakin berkembang.

Saya pikir pertandingan ini bagus untuk Persija karena butuh waktu bermain untuk mengobservasi pemain lokal dan asing,” ujar Camargo.

Sejauh ini, pelatih 48 tahun itu mengaku terus mematangkan permainan pasukannya dengan komposisi pemain yang ada. Hal itu disebabkan cukup sulitnya mencari pemain berkualitas di Indonesia mengingat sebagian besar telah dimiliki klub lain. Hal itu berlaku dalam perekrutan pemain lokal.

Sementara itu, pelatih Barito Putera Mundari Karya lebih tertarik mengomentari prospek pemain muda yang kini coba dibangunnya. Meski tidak ingin memberikan target tinggi dalam jangka pendek, Mundari percaya diri skuat ‘Laskar Antasari’ mampu berprestasi dalam 2-3 tahun mendatang.

“Untuk berprestasi di ISC susah. Tim ini diisi pemainpemain muda,” tukas pelatih yang juga menukangi tim Pra-PON Kaltim. (Sat/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya