Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Jakarta Elektrik PLN kian Terpuruk

Rul/R-3
28/3/2016 00:10
Jakarta Elektrik PLN kian Terpuruk
(ANTARA/Zabur Karuru)

SEUSAI mendapatkan kekalahan dari Jakarta PGN Popsivo Sabtu (26/3) lalu, Juara Proliga tim putra musim 2015, Jakarta Elektrik PLN, kembali menelan kekalahan kedua saat menghadapi Palembang Bank Sumsel Babel di seri I putaran 2 Proliga 2016.

Pada pertandingan yang berlangsung di GOR Sritex, Solo, kemarin, JEP takluk 2-3 dari Sumsel melalui lima set dengan skor 28-30, 25-22, 20-25, 25-17, dan 15-13.

Kekalahan itu hanya memberikan tambahan 1 poin bagi JEP dengan total 11 poin.

Sementara itu, kubu Sumsel yang mendapat tambahan 2 poin, menjadi 12, semakin mendekati Surabaya Samator di posisi puncak klasemen sementara dengan selisih 2 poin.

Duel sengit sudah memanas sejak set pertama.

Kedua tim saling mencuri poin hingga akhirnya JEP merebut set pertama dengan skor tipis 30-28.

Tidak mau kalah, Sumsel Babel bangkit di set kedua dengan skor 25-22.

Karena tampil lebih solid di set ketiga, serangan JEP lebih mendominasi.

Sigit Hermanto dkk pun dapat membalikkan serangan-serangan tim Sumsel hingga akhirnya unggul 25-20.

Karena tertinggal 1-2, Sumsel Babel tampil lebih menekan di set keempat.

Keputusan wasit pun sering kali memancing emosi pemain Sumsel yang mencoba protes.

Situasi yang memanas pun membuyarkan konsenterasi JEP hingga akhirnya takluk 17-25.

Pada set penentuan, Sumsel Babel tampil lebih percaya diri. Andri dkk pun mampu menutup pertandingan dengan keunggulan tipis 15-13.

Pelatih JEP, Putut Marhaento, berkilah kekalahan timnya saat ini juga dipengaruhi konsistensi wasit yang tidak fokus pada pertandingan.

Wasit internasional Agung Purwanto dianggap mudah terpengaruh oleh tekanan pemain Sumsel Babel.

"Wasit bisa dikontrol pemain sehingga permainan langsung kacau, khususnya di set keempat. Permainan sudah menjurus pada kalau bahasan Jawanya urakan. Sedikit-sedikit pemain protes. Lalu wasitnya takut sehingga membuat keputusan pun salah. Selain itu, pada saat 11-12 seharusnya bola tim PLN masuk, tapi di out-kan . Ini kan bikin kacau permainan," ujar Putut. (Rul/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya