Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Spanyol, Rafael Nadal berpeluang mengangkat trofi ke-11 nya di turnamen Prancis Terbuka 2018. Peringkat satu dunia tersebut hanya perlu melewati tantangan terakhirnya, yaitu Dominic Thiem di laga final Prancis Terbuka yang berlangsung Minggu (10/6) malam WIB.
Di atas kertas, Nadal lebih diunggulkan dalam duel kali ini. Berdasarkan sembilan rekor pertemuan, Petenis berusia 32 tahun tersebut berhasil memenangkan enam di antaranya, sementara tiga pertandingan lain menjadi milik Thiem.
Tak hanya itu, pengalamam Nadal bermain di tanah liat Roland Garros membuatnya lebih mudah untuk kembali memastikan gelar juara kali ini. Jika berhasil memenangkannya maka Nadal akan menyamai pencapaian Margaret Court sebagai petenis yang meraih 11 gelar dalam satu turnamen, dimana Court memenangkannya di Australia Terbuka.
Kendati lebih diunggulkan, Nadal tetap harus waspada dalam mengantisipasi perlawanan petenis berusia 24 tahun tersebut. Kemampuannya mengalahkan petenis-petenis unggulan dunia membuatnya sebagai bintang masa depan dunia tenis internasional. Dalam perjalanannya menuju babak final, Thiem bahkan sudah membuktikan kematangannya di lapangan tanah liat dengan mengalahkan Alexander Zverev yang merupakan unggulan kedua dan petenis andalan Jepang, Kei Nishikori.
Ini menjadi final pertama Thiem di Prancis Terbuka setelah selama dua tahun berturut-turut hanya mencapai semifinal (2016, 2017). Karena itu, Thiem sudah pasti takkan menyia-nyiakan kesempatannya untuk merengkuh gelar perdana di Roland Garros.
Mengenai persaingannya dengan Nadal, Thiem juga terakhir mengunggulinya di babak perempat final turnamen ATP World Tour Masters 1000 Madrid di Spanyol Dengan demikian, meski Nadal lebih difavoritkan namun peluang Thiem mengalahkan "Raja Lapangan Tanah Liat" itu masih tetap terbuka.
"Thiem mengalahkan saya di Madrid tahun ini dan setelah bermain dengan kekuatan yang besar. Saya tahu saya harus memainkan tenis terbaik saya untuk membuka kesempatan pada Minggu nanti," ujar Nadal.
"Tapi, saya percaya saya bisa siap untuk menghadapi final nanti," lanjutnya.
Nadal berhasil menjajaki final ke-11nya setelah mengalahkan petenis Argentina, Juan del Potro pada babak semifinal yang berlangsung Jumat (8/6) lalu. Bertarung di court Philippe-Chatrier, Roland Garros, Nadal menang telak dengan skor 6-4, 6-1, dan 6-2.
Begitu pula dengan Thiem yang melaju ke final tanpa hambatan. Petenis asal Austria tersebut sebelumnya berhasil mengalahkan Petenis Italia, Marco Cecchinato 7-5, 7-6 (10), 6-1 di hari yang sama.
"Bila saya ingin mengalahkan dia (Nadal), saya harus bermain seperti cara saya bermain di Roma dan di Madrid. Tapi, saya juga tahu dia di sini sangatlah tangguh, dia pasti lebih menyukai kondisi di sini dibandingkan di Madrid," pungkas Thiem. (nytimes/abc.net.au/A-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved