Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Asian Games adalah Investasi

Budi Ernanto
15/5/2018 19:05
Asian Games adalah Investasi
(ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)

WAKIL Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK) memaklumi jika ada yang protes dengan banyaknya uang yang digelontorkan untuk penyelenggaraan Asian Games 2018. Namun, menurut dia, seluruh biaya yang dikeluarkan adalah investasi.

"Untuk biaya investasi, itu (hasilnya) lebih besar dari (biaya) penyelenggaraannya. Asian Games adalah untuk jangka panjang. Bisa memunculkan prestasi, karena arena yang direnovasi atau yang baru dibangun, bisa dipakai atlet untuk berlatih atau memunculkan bibit unggul karena dipakai juga oleh masyarakat," kata JK dalam sebuah diskusi mengenai Asian Games di Jakarta, Selasa (15/5).

Namun, jika dibandingkan dengan Asian Games 1962 yang juga diadakan di Indonesia, penyelenggaraan Asian Games kali ini sebetulnya jauh lebih efisien. Pada Asian Games di era presiden Soekarno itu justru biayanya lebih besar dan tingkat kesulitannya bahkan lebih tinggi ketimbang persiapan Asian Games tahun ini.

Sebabnya ialah karena dulu semua hal harus dipersiapkan dari nol. Belum ada arena dan sarana pendukungnya.

"Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta itu awalnya adalah kawasan permukiman. Presiden Soekarno saat itu memindahkan warga yang tinggal di Senayan, ke Tebet. Itu yang dipindahkan seluas 300 hektare," tutur JK.

"Asian Games 2018 bukannya lebih mudah, tetap menyelenggarakannya terbilang sulit. Tapi, itu dari sisi penyesuaian teknologi dan berbagai standar. Kemudian, sekarang diikuti oleh kurang lebih 15 ribu atlet dan ofisial. Untuk menyiarkannya, pun, sekarang harus bidding. Pada 1962, kan hanya ada TVRI. Jadi, banyak yang berubah dari 50 tahun lalu,” pungkas JK. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya