Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Timnas U-23 Tetap Optimis Capai Target

Nurul Fadillah
04/5/2018 19:52
Timnas U-23 Tetap Optimis Capai Target
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

TIM nasional Indonesia U-23 meraih hasil yang minim di turnamen Anniversary Cup 2018. Punggawa asuhan Luis Milla tersebut tak satu pun meraih kemenangan dalam tiga laga yang dipertandingkan.

Mereka menelan kekalahan 0-1 atas Bahrain di laga perdana Jumat (27/4) lalu dan ditahan imbang 0-0 di laga kedua kontra Korea Utara (30/4) dan ketiga melawan Uzbekistan (3/5) di Stadion Pakansari, Cibinong. Dengan hasil tersebut tim Merah Putih harus puas mengakhiri turnamen di posisi tiga klasemen akhir dengan 2 poin, sementara Bahrain sukses meraih gelar juara dengan mengantungi tujuh poin.

Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djoko Driyono mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi timnas Indonesia. Meski demikian, dirinya tetap optimis Milla dapat membawa tim Indonesia mencapai target perempat final dalam pesta olahraga Asian Games 2018 Agustus mendatang.

"PSSI menjadikan event kemarin sebagai refleksi yang sangat penting agar di sisa waktu tiga bulan kedepan dapat mempersiapkan tim sebaik-baiknya di Asian Games. Kita harus tetap optimis, meskipun tak menang kita tetap melihat anak-anak tampil spartan di tiga pertandingan dengan kombinasi pemain yang berbeda-beda, dan saya merasa Pelatih Luis memang telah memanfaatkan event ini secara maksimal untuk mengukur sejauh mana level permainan tim Indonesia saat ini," ujar Djoko saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (4/5).

Djoko mengatakan lawan-lawan Indonesia saat Anniversary Cup kemarin tidaklah mudah. Mereka adalah tim-tim unggulan yang peringkatnya di atas timnas Indonesia.

"Kekurangan timnas kita takkan terlihat jika kita melawan tim-tim yang mudah, tetapi tim-tim kemarin itu kuat sehingga disamping dapat melihat kelemahan timnas, kita juga harus melihat progres permainan anak-anak. Kita memang tidak mencetak satu gol pun sehingga kadang disimpulkan secara sederhana kekurangan itu masih ada pada penyelesaian akhir dengan kualitas striker dan sebagainya," lanjutnya.

Senada dengan DJoko, Pengamat sepak bola, Bambang Nurdiansyah juga mengatakan, lini depan timnas Indonesia belum ada perubahan yang signicikan. Bambang pun menyarankan lini depan Indonesia diisi dengan pemain-pemain berpengalaman misalnya pemain senior untuk menyelesaikan serangan.

"Kita harus akui dari lini depan belum ada kreasi serangan atau finishing yang kita harapkan. Harus ada perbaikan dan perubahan dengan cara main tim terutama di lini depan karena pola serangan timnas itu kurang variasi," ujar Bambang.

"Kecenderungannya timnas kita itu mengandalkan kecepatan lini kanan dimana ada Hariyadi saat itu yang andalan kan itu mudah untuk diantisipasi sebenarnya. Cara organisasi bermain, kecepatan si sudah oke, tetapi tinggal perubahan signifikan di lini depan yang perlu dikritisi," lanjut Direktur Teknik PSIS Semarang tersebut.

Legenda sepak bola Indonesia tersebut menambahkan, lawan-lawan Indonesia di Asian Games nanti memang sangat kuat. Namun, dirinya tetap percaya peluang Indonesia ke perempat final masih terbuka. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya