Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 13 atlet binaan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang berlatih di Amerika Serikat (AS) dalam rangka persiapan menuju Asian Games 2018 telah kembali ke Tanah Air pekan ini. Menurut Sekretaris Jenderal PASI Tigor Tanjung, kemampuan mereka dari sisi teknik, kini telah meningkat. Tidak hanya atlet, lanjut dia, tapi juga para pelatih.
Para atlet yang dikirimkan ke AS, adalah Sapwaturrahman dan Suwandi Wijaya (lompat jauh), Atjong Tio Purwanto (3.000 m halang rintang), Fadlin, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, Yaspi Boby, Bayu Kartanegara, dan Rio Maholtra (estafet), Idan Fauzan Richsan (lompat galah), Maria Natalia Londa (lompat jauh putri), Emilia Nova (100 meter gawang), dan Eki Febri Ekawati (tolak peluru).
"Di AS dilatih Harry Marra. Dia pelatih kelas dunia. Secara umum, ada peningkatan dan itu di semua nomor, baik sprint, loncat, dan lempar. Sementara para pelatih, peningkatan maksudnya pengetahuan mereka soal melatih atletik bertambah," kata Tigor di Jakarta, Jumat (4/5).
Selama di Negeri Paman Sam, semua atlet tidak hanya berlatih fisik dan teknik, juga mengikuti sejumlah kompetisi. Walau hanya sekadar turnamen tingkat universitas, itu tetap menujukkan hasil yang positif. Bahkan, telah bisa diproyeksikan siapa yang bisa terjun ke Olimpiade 2020 di Jepang.
Di sisi lain, lanjut Tigor, PASI akan menggelar Kejuaraan Nasional (kejurnas) Atletik 3018 pada 7-12 Mei besok di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. Ajang tersebut akan diikuti oleh 1.053 atlet asal 34 provinsi Indonesia yang rinciannya, adalah 367 atlet U-18, 282 atlet U-20, dan 404 atlet senior. Jumlah tersebut berdasarkan hasil pendaftaran hingga 3 Mei.
"Atlet yang pergi ke AS harus dilihat hasil uji cobanya dan itu bisa melalui kejurnas. Tapi, mereka mewakili daerahnya masing-masing. Hanya saja, mereka baru pulang, jadi pasti masih letih. Pertimbangan lain, ya, memberikan kesempatan juga kepada atlet muda," jelas Tigor.
Adapun kejurnas akan bisa digelar di Stadion Madya setelah PPK GBK sepakat menjalin kemitraan dengan PASI. Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PPK GBK Desiana Intansari mengatakan ikatan kerjasama hanya selama kejurnas. "Tapi, kami berharap ini bisa berkelanjutan," kata dia.
Mengenai soal biaya sewa arena yang sempat dipermasalahkan oleh Ketua Umum PASI Bob Hasan, Desiana enggan mengatakan apakah Stadion Madya bisa dipakai secara cuma-cuma. Dia hanya mengatakan dalam spanduk kejurnas akan dicantumkan juga logo PPK GBK. "Tidak ada juga uang jaminan," kata dia.
Sebelumnya, Bob mengatakan kejurnas terancam tidak jadi diadakan lantaran mahalnya biaya sewa. "Biaya sewa selama sepekan mencapai Rp1,4 miliar. Untuk apa kami bayar sebanyak itu. Lebih baik cari lapangan di kampung, kan kami adakan kejuaraan bukan untuk cari uang," kata Bob pada Maret lalu. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved