Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KERINGAT bercucuran deras di kening Danilsyah Putra Herlian. Bocah usia 11 tahun asal Medan, Sumatra Utara itu berteriak keras saat menyarangkan smash di lapangan 7 Gor Angkasa, Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (25/3).
Danilsyah dengan nomor punggung 0101 berhasil mengalahkan telak lawannya Fadhlan Rasyid Al Habibi nomor punggung 0313 pada babak ke 3 perdelapan final dengan skor 21-9 dan 21-5 di turnamen hari kedua audisi umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di Pekanbaru.
"Saya ingin mengharumkan nama bangsa Indonesia. Saya harus menjadi atlet nasional di PB Djarum," ungkap Danilsyah kepada Media Indonesia seusai pertandingan seraya membersihkan baju kaos berwarna merah putih yang basah oleh keringat.
Audisi djarum kali ini merupakan audisi kedua kali yang diikuti oleh Danilsyah di Kota Pekanbaru. Pada tahun sebelumnya, Danil gagal pada perdelapan final untuk kategori umur U11. Saat ini, Danil masuk dalam kategori U13. Walau harus pulang kampung kembali ke Medan kala itu, Danilsyah pantang menyerah untuk kembali bertarung pada audisi umum tahun ini.
"Semoga dapat lolos dan lanjut ke Final di Kudus nanti," harap bocah itu dengan percaya diri.
Dari total 570 peserta dan disaring lagi dari 210 peserta lolos pada hari pertama dan kedua, pada hari terakhir besok sebanyak 72 pebulutangkis muda dari enam kategori yakni U-11 Putra, U-11 Putri, U-13 Putra, U-13 Putri, U-15 Putra, dan U-15 Putri, bakal bertarung di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 di GOR Angkasa, Pekanbaru, Riau, Senin (26/3). Pertarungan itu menjadi fase penentuan untuk memastikan siapa saja pebulutangkis muda yang layak melaju ke babak Final Audisi di Kudus, Jawa Tengah.
Pemantauan terhadap bakat-bakat muda di Pekanbaru dilakukan secara langsung oleh para legenda bulutangkis Indonesia serta pelatih PB Djarum yang termasuk dalam Tim Pencari Bakat yang terdiri dari Christian Hadinata, Hastomo Arbi, Lius Pongoh, Yuni Kartika, Engga Setiawan, Basri Yusuf, Bandar Sigit, dan Sulaiman.
Adapun rincian jumlah peserta yang lolos tahap turnamen U-11 Putri: 8 peserta, U-11 Putra: 16 peserta, U-13 Putri: 8 peserta, U-13 Putra: 16 peserta, U-15 Putri: 8 peserta, U-15 Putra: 16 peserta.
Anggota tim seleksi pencari bakat PB Djarum Yuni Kartika mengatakan audisi umum di Pekanbaru selalu muncul bibit-bibit baru yang menonjol, meski peserta tersebut bukan berasal dari sebuah klub bulutangkis lokal. "Jika dilihat dari tingkat permainan dibandingkan dengan usianya, menurut kita sudah cukup baik. Di U-11 Putri maupun U-13 Putri rata-rata sudah memiliki skill yang mumpuni untuk fase karantina di Kudus nanti," jelas Yuni yang juga merupakan juara Piala Uber 1994 itu.
Yuni menambahkan, tim pencari bakat sudah mendapatkan beberapa peserta yang dinilai memiliki bakat bulutangkis pada tahap turnamen yang menggunakan sistem gugur ini. "Dari segi postur banyak yang bagus. Ada juga yang nekat banget anaknya saat bertanding di lapangan. Namun masih diperlukan pembenahan teknik dan berbagai faktor lainnya," katanya.
"Kita akan lihat lagi pada konsistensi mereka besok," ujar Yuni.
Melalui Audisi Umum di Pekanbaru, diharapkan kembali muncul bibit-bibit berbakat dari Pulau Sumatera yang mampu unjuk gigi di tingkat nasional, bahkan mancanegara. Sebelumnya, sejumlah pemain bertalenta yang dimiliki PB Djarum berasal dari Pulau Sumatera, seperti M. Ahsan dan Debby Susanto yang kini menghuni Pelatnas. Sementara di level junior, PB Djarum juga memiliki bakat-bakat muda dari Pekanbaru seperti Vincentius Suwarland dan Rahmad Julio Ritonga. Keduanya merupakan jebolan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015.
"PB Djarum berkomitmen dalam melakukan pembinaan terhadap atlet sejak usia dini. Pembinaan yang terstruktur dan berjenjang di PB Djarum terhadap atlet usia dini, diharapkan bisa membentuk karakter dan mengasah para atlet untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang dimilikinya," jelas Program Manajer Bakti Olahraga Djarum Foundation Budi Darmawan.
"Dengan adanya audisi ini diharapkan, mata rantai prestasi bulutangkis Indonesia tidak terputus. Itulah alasan digelarnya kembali audisi ini di Pekanbaru, yang terletak di tengah Pulau Sumatra, sehingga dapat menjangkau banyak peserta dari berbagai lokasi," tambahnya.
Usai di Pekanbaru, PB Djarum akan melanjutkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis yang bergulir di 7 kota lainnya. Kota-kota tersebut adalah Balikpapan, Manado, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Para atlet yang berhasil lolos dari fase Audisi Umum di Pekanbaru akan melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018. Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum.
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U11 (berusia 6-10), U13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun), dan U15 (untuk peserta dengan umur 13-14 tahun). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung sehari sebelum pelaksanaan Audisi Umum di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya.(A-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved