Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Birokrasi Harus Dipangkas

Budi Ernanto
20/9/2017 08:51
Birokrasi Harus Dipangkas
(ANTARA/NOVA WAHYUDI)

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta pengelolaan anggaran dan birokrasi dalam olahraga dibuat fleksibel. Hal itu demi membantu kesuksesan Asian Games Jakarta-Pelembang 2018.

Pernyataan itu diungkapkan Imam dalam acara diskusi bertajuk “Semangat Menuju Asian Games 2018” di Kompleks Kemenpora, Jakarta, kemarin. Menurut dia, masalah keterlambatan akomodasi atlet, pengadaan peralatan, serta gaji para atlet dan pelatih memang menjadi salah satu faktor kegagalan Indonesia di SEA Games Kuala lumpur 2017 lalu dan itu tidak boleh terjadi lagi.

“Soal pendanaan, ke depan harus ada fleksibilitas pengelolaan anggaran. Pasalnya selama masih bertumpu kepada APBN, harus ada penyesuaian administrasi keuangan mulai dari menteri hingga ke cabang, harus fleksibel dan terbuka.”

Untuk jangka panjang, Imam berharap setiap cabang olahraga memiliki “bapak asuh” sehingga dana yang terbatas dari pemerintah betul-betul digunakan untuk konsolidasi pembibitan dan pemasalan serta pengiriman atlet ke luar negeri.

“Soal teknis kebutuhan sehari-hari di luar negeri, kami berharap bisa didapatkan dari luar APBN. Sebab jika dari APBN, harus ada pertanggungjawabannya ke pemeriksa.”

Selain itu, Imam juga menilai harus ada pengurangan birokrasi olahraga yang begitu panjang, dari menteri sampai cabang olahraga, serta efektivitas dan efisiensi persoalan, maupun cara kerja Satlak Prima berkomunikasi dengan cabang olahraga sebagai pe nghubung Kementerian dan cabang olahraga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas, Achmad Sutjipto menetapkan sejumlah kriteria
keputusan atlet pelatnas. “Kami sudah berdiskusi dengan cabang-cabang terkait pemanggilan atlet.”

Kondisi fisik atlet menjadi kriteria dasar pemanggilan atlet-atlet pelatnas jelang Asian Games. “Kami akan memastikan atlet mampu menghadapi beban latihan dengan ukuran-ukuran pemeriksaan fisik.”

Kriteria berikutnya adalah rasio kalah menang atlet pada kejuaraan internasional. Satlak Prima, belum dapat menetapkan jumlah atlet pelatnas.

“Jumlahnya sangat dinamis. Tapi, kami memperkirakan jumlahnya sekitar 500 orang termasuk atlet, pelatih, dan ofisial. Jumlah itu telah turun dari jumlah total sebelumnya yaitu 1.052 atlet, pelatih, dan ofisial.”

Mulai direnovasi
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mulai merenovasi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2018. Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengungkapkan, pihaknya sudah merehab stadion, terutama pada sisi bangku penonton.

“Dibuat lebih besar, penonton lebih banyak. Dari semula 35 ribu penonton menjadi 60.000 bangku penonton,” kata Alex di Palembang, kemarin.

“Sekarang sudah dimulai. Pengerjaannya ditarget selesai pada Desember 2017 ini,” terang dia.

Selama dilakukan renovasi, Alex menegaskan bahwa tidak diperbolehkan ada aktivitas di stadion. (DW/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya