Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMBALI menjadi petenis nomor satu dunia mungkin tidak pernah tebersit lagi dalam benak Rafael Nadal. Betapa tidak?
Seiring dengan usianya yang terus bertambah, petenis Spanyol itu terus digerogoti cedera. Bahkan, akibat cedera lutut yang dialaminya, petenis yang sempat mendapat julukan ‘Raja Lapangan Tanah Liat’ itu sempat terlempar dari posisi 10 besar dunia.
Namun, siapa yang menyangka peruntungan petenis kidal itu berubah tahun ini. Keberuntungan Nadal memang tidak lepas dari melorotnya performa dua petenis yang sebelumnya menempati posisi nomor satu dunia, Andy Murray dan Novak Djokovic, lantaran cedera.
Di sisi lain, performa Nadal terus membaik pascacedera. Hasilnya, satu demi satu gelar pun kembali masuk lemarinya.
Petenis berusia 31 tahun itu bahkan berpeluang menambah koleksi gelar grand slam menjadi 16 jika bisa menjuarai turnamen Amerika Serikat Terbuka. Ia hanya perlu melewati rintangan terakhir, yakni petenis Afrika Selatan, Kevin Anderson, di partai puncak.
“Buat saya, juara atau tidak di grand slam bukan masalah. Tentu saya akan lebih senang jika juara. Bagi saya yang lebih menyenangkan saya bisa sehat kembali dan bisa bersaing lagi. Itu yang paling penting,” ujar pemilik 15 gelar grand slam itu.
Nadal maju ke final setelah mengalahkan petenis Argentina, Juan Martin del Potro, 4-6, 6-0, 6-3, 6-2. “Saya senang bisa melaju sampai ke final di sini setelah memenangi turnamen di Monte Carlo, Barcelona, Madrid, dan Roland Garros. Tentu saya akan berusaha menjadi juara di sini,” kata Nadal yang sebelumnya sukses menjuarai Prancis Terbuka 2017.
Di sisi lain, Anderson yang maju ke final setelah mengalahkan petenis Spanyol, Pablo Carreno Busta, 4-6, 7-5, 6-3, 6-4 juga berambisi masuk jajaran legenda olahragawan Afsel yang memenangi gelar grand slam. (AFP/AP/Mln/R-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved