Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Djarum Ingin Berikan Peluang Kedua

Satria Sakti Utama
10/9/2017 12:15
Djarum Ingin Berikan Peluang Kedua
(DOK/DJARUM)

PB Djarum sepertinya tidak rela menyianyia­kan potensi bibit pebulu tangkis muda yang telah dikumpulkan selama audisi umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2017.

Karena itu, wacana untuk memberikan kesempatan kedua bagi kontestan yang dinyatakan gagal menebus impian menjadi atlet PB Djarum muncul.

Menurut Manajer Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Budi Darmawan, pihaknya berencana me­ngundang kembali para atlet yang dinyatakan gugur oleh tim kepelatihan dalam program training camp. Jika tidak ada halangan, program itu akan dilaksanakan saat liburan sekolah pada Desember mendatang. Hal itu dilakukan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu pendidikan para atlet.

“Tidak menutup kemungkinan akan kita rekrut lagi. Ini seperti audisi khusus yang tidak lolos audisi kali ini. Kesempatan akan dilakukan tahun ini.”

Program itu merupakan salah satu inovasi terbaru dari PB Djarum demi menjaring lebih banyak pebulu tangkis usia muda. Sebelumnya klub yang sudah berusia 43 tahun itu melakukan inovasi dengan melakukan audisi untuk kategori umur lebih muda lagi, yakni U-11.

Meskipun demikian, Budi memahami keterbatasan bagi peserta dari luar Jawa untuk mengikuti program tersebut. Ia pun menyerahkan kepada pertimbangan keluarga untuk mengambil kesempatan tersebut atau tidak.

“Cukup memberatkan untuk yang berada di luar Jawa, tapi kami berkomitmen untuk mempersiapkan seluruh fasilitas selama berada di sini seperti penginapan dan konsumsi,” imbuhnya.

Mulai tereleminasi
Memasuki hari kedua audisi final Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2017 di Kudus, 131 peserta yang tersisa di hari pertama mulai dikerucutkan. Sejumlah 19 peserta dipulangkan dan langkah mereka terhenti untuk mengikuti hari terakhir audisi yang berpusat di GOR Djarum Kudus, hari ini.

Manajer tim PB Djarum Fung Permadi menyebut ada pertimbangan tambahan sehingga eliminasi hari kedua tidak terlalu signifikan. Faktor kemenangan menjadi pertimbangan tambahan, selain aspek teknik dasar dan semangat juang yang menjadi fokus utama. Hal itu pula yang membuat pe­ngumuman pemain menjadi molor hingga satu jam.

“Kenapa agak lama? Karena ada beberapa pertimbangan tambahan di luar teknik dasar, kondisi fisik dan semangat juang. Jadi, kami beri dua kesempatan lagi bertanding sore ini dan besok siang sebelum menentukan yang berhak ke babak karantina,” jelas Fung di kesempatan yang sama.

Mantan pebulu tangkis era 1990-an itu juga membocorkan sedikit suasana rapat pengambilan keputusan yang penuh perdebatan, khususnya di kategori putra. Peningkatan kualitas seleksi di kelas putra sekaligus meratanya skill dan kemampuan setiap pemain membuat tim kepelatihan kesulitan. (R-3)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya