Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Silat Tolak Cari Kambing Hitam

Nurul Fadillah Dari Kuala Lumpur
30/8/2017 06:27
Silat Tolak Cari Kambing Hitam
(MI/NURUL FADILAH)

CABANG pencak silat akhirnya hanya mampu menyumbang dua medali emas untuk Indonesia di SEA Games Kuala Lumpur 2017. Perolehan medali itu meleset dari target Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas yang mengincar sedikitnya tiga emas di cabang olahraga bela diri khas Nusantara tersebut.

Emas pertama pencak silat diraih nomor seni beregu putra pada Sabtu pekan lalu, sedangkan emas terakhir diraih pesilat putri Wewey Wita dari kelas B 50-55 kg di Stadium Juara Bukit Kiara. kemarin.

Tidak tercapainya target pencak silat mayoritas disebabkan ofisial pertandingan yang bertindak curang.

Kendati demikian, manajer pencak silat, Edhy Prabowo, enggan mengambinghitamkan hal-hal nonteknis tersebut. “Kita tidak mau menyalahkan siapa pun atas kegagalan ini, tapi kita akan berusaha untuk terus meningkatkan prestasi atlet ke depannya,” ujar Edhy.

Sebelumnya, pencak silat mengaku optimistis bisa memperoleh medali dari nomor seni beregu putri dan juga seni artistik tunggal putri, serta pesilat nomor tarung kelas E (65-70 kg) Pipiet Kamelia. Namun, langkah Pipiet di final digagalkan atlet tuan rumah Malaysia dengan skor 0-5.

Begitu juga dengan seni beregu putri, Gina Tri Lestari, Lutfi Nurhasanah, dan Pramudita Yuristya harus puas meraih perunggu dengan 456 poin. Emas beregu diraih Thailand, sedangkan Vietnam kebagian perak.

Hasil di jurus tunggal putri juga tidak berbeda. Puspa Arumsari harus puas meraih perunggu, sedangkan emas diraih Nurzuhairah Binte Mohammad Yazid asal Singapura, dan perak Norleyermah binti Haji Raya (Brunei Darussalam).

Kepala pelatih tim nasional pencak silat, Rony Syaifullah, mengatakan secara keseluruhan persiapan anak-anaknya sudah sangat matang.

“Cuma karena terbentur strategi tuan rumah yang ingin mendominasi medali, jadi menganggu konsentrasi mereka. Penilaian juri di pencak silat kali ini tidak objektif, mungkin karena sumber dayanya kurang mumpuni. Semua bisa lihat itu,” ujar Rony.

Kontras dengan silat, cabang angkat besi berhasil mencapai target setelah mengumpulkan 2 emas dan 2 perak. Kedua medali emas itu dipersembangkan Deni di kelas 69 kg dan I Ketut Arnawa di kelas 77 kg putra.

“Sebetulnya target dari Satuan Pelaksana Program Indonesia EMas (Satlak Prima) itu hanya satu emas, dan target PB untuk meraih dua emas juga sudah tercapai. Tapi kami masih optimistis bisa menambah emas melalui Edi. Pertandingan besok (hari ini) pasti sangat ramai,” kata pelatih nasional angkat besi, Dirja Wihardja.

Akan evaluasi
Pada bagian lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan mengevaluasi pencapaian Indonesia di SEA Games 2017. “Targetnya masih belum. Saya sudah minta untuk mencatat semua untuk dievaluasi, apakah ini murni soal atlet atau soal wasit dan soal nonteknis lain. Saya belum bisa menyampaikan hari ini,” kata Imam di Jakarta, kemarin.

Hingga berita ini diturun kan, kontingen ‘Merah Putih’ masih tertahan di peringkat lima di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura. Hasil itu menyamai prestasi SEA Games sebelumnya di Singapura pada 2015.

“Kita semua tentu prihatin dengan hasil ini, saya pun mohon maaf dan saya bertanggung jawab atas hasil ini. Semua ini pasti akan menjadi evaluasi. Saya akan rapat di kantor untuk mencatat cabang olahraga mana saja, atlet mana saja yang perlu untuk kita fokus pembinaan karena SEA Games beda dengan Asian Games apalagi Olimpiade,” ujar Imam. (R-3)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya