Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM judo Indonesia sukses meraih gelar juara umum dengan perolehan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Di tengah kesuksesan itu, tim judo Indonesia masih merasa membutuhkan banyak perbaikan di tubuh atlet-atlet mereka. Pasalnya, hingga SEA Games kali ini hanya atlet-atlet seniorlah yang mampu berbicara prestasi tertinggi.
Hal ini membuat Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia merasa perlu melakukan terobosan khususnya dari segi teknik. Mereka berniat mengombinasikan teknik dari Jepang dan Korea Selatan yang selama ini menjadi kiblat mereka dan teknik dari Rusia dengan teknik permainan bawah yang kuat.
Berikut hasil wawancara eksklusif Nurul Fadillah bersama Wakil Ketua PB PJSI yang sekaligus menjadi Ketua Kontingen Judo Indonesia di SEA Games 2017, Yoyok Subagiono.
Bagaimana menurut Anda tentang perolehan prestasi judo kali ini?
Hasilnya cukup memuaskan, kita memang untuk SEA Games kali ini berhasil mempertahankan juara umum dengan hasil 2 perak, 1 emas, dan 1 perunggu diikuti dengan Filipina di posisi kedua dengan dengan 2 emas dan tiga perunggu. Sedangkan Negara Thailand yang diunggulkan justru melorot ke posisi ketiga.
Lantas, bagaimana peta persaingan tim-tim dari Asia Tenggara tahun ini dibandingkan dengan SEA Games Singapura 2017?
SEA Games kali ini kekuatannya memang lebih merata dalam arti perolehan medali. Vietnam kita sudah duga dia akan muncul sebagai kuda hitam, justru negara yang kita harapkan Thailand malah melorot, sedangkan Filipina yang tidak kita waspadai jadi maju berkat naturalisasi mereka, ini yang ke depanya harus kita waspadai. Kami akan perkuat strategi kita untuk SEA Games yang akan datang.
Bagaimana evaluasi dari tim pasca SEA Games kali ini?
Yang paling harus kita waspadai ke depannya adalah Vietnam dan juga Filipina. Tapi, Filipina kali ini diperkuat pemain naturalisasi dari Jepang. Mereka bukan original lah, tetapi ke depan memang nanti pulang dari SEA Games ini kita evaluasi kemudian kita perbaiki untuk ke depannya terutama Power dan permainan bawah akan kita perkuat karena sekarang, judo ini bukan hanya pengenalan teknik, tetapi bagaimana untuk menang begitu saja, kita akan perbaiki dari segala lini terutama permainan bawah.
Bagaimana peluang para pemain muda?
Sebetulnya kita sudah memiliki lapis kedua dan ada yang tidak kita tampilkan karena mereka masih perlu mengikuti banyak kompetisi, sehingga ke depannya kami berencana mengirim mereka uji coba dan training camp ke beberapa negara agar mereka bisa menggantikan senior. Karena kita memakai sistem kompetitif juga di dalam pelatnas sehingga siapa saja yang terbaik itu lah yang akan kita pakai.
Bagaimana terobosan dari PJSI untuk memperkuat atletnya dan bikin kejutan?
Nanti akan kita rapatkan lagi bahwa selama ini kan kiblat kita itu ada Korea Selatan sama Jepang mungkin akan kita kombinasikan dengan di luar negara yang memiliki permainan bawah yang kuat untuk memperbaiki teknik atlet kita. Yang jelas hampir semuanya itu power diutamakan, kemudian baru teknik dari SEA Games pertama. Sekarang kita kiblatnya Korea dan Jepang, tetapi ke depannya kita akan mencoba ke negara-negara Asia lainnya, seperti Rusia yang memang kuat di permainan bawah untuk menambah variasi teknik. Hasil evaluasi sendiri saya rasa baru itu.
Bagaimana dengan bantuan dari pemerintah?
Satu, dari Satlak yang penting korodinasi dengan pengurus besar dengan baik. Kedua jangan sampai ada keterlambata baik finansial maupun administrasi karena program terus berjalan tanpa menunggu keterlambatan.
Lantas, untuk target untuk Asian Games tahun depan?
Untuk Asian Games, kita jangan muluk-muluk, mendapatkan satu perak saja sudah bagus, tetapi kita ada pemain-pemain yang ditargetkan satu emas, karena di Asian Games ini saingannya berat ada Korea Selatan, China, Jepang kemudian dari Iran, mereka kuat-kuat. Tapi minimal kita juga di aSian games ini di samping mendulang prestasi sebaik mungkin juga prestasi sebagai tuan rumah. Jangan sampai nanti ada semacam SEA Games kelihatan ada yang tidak bagus terjadi lagi di Asian Games, kita harus menjunjung tinggi fair play. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved