Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pencapaian SEA Games sudah Sesuai Trek

Nurul Fadillah dari Kuala Lumpur, Malaysia
26/8/2017 14:30
Pencapaian SEA Games sudah Sesuai Trek
(ANTARA/Sigid Kurniawan)

SEPEKAN sudah SEA Games Kuala Lumpur 2017 berlangsung. Namun, kontingen Indonesia belum juga menunjukkan tanda-tanda bakal memenuhi target yang ditetapkan, yakni masuk posisi empat besar dengan raihan 55 medali emas.

Meski begitu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, tetap optimistis mereka bisa mencapai target itu. Dengan lima hari tersisa, ia yakin Indonesia bisa menembus posisi empat besar. Alasannya, masih ada beberapa nomor yang berpeluang dijuarai atlet ‘Merah Putih’.

“Kita masih on the right track. Dilihat dari yang sudah-sudah mental para atlet di Kuala Lumpur sudah juara. Bahkan, ada yang lampaui target seperti karate dan wushu. Mereka diminta satu emas, tapi bisa dapat tiga emas. Lalu, raihan panahan juga melonjak,” kata Gatot di Gedung Kemenpora, Jakarta, kemarin.

Terkait dengan dugaan kecurangan yang dilakukan tuan rumah, Gatot menjelaskan setiap hari selalu ada rapat Chef de Mission (CdM) untuk membahas itu. Apa pun yang dianggap merugikan, pihak terkait bisa meminta banding.

“Para CdM juga membahas persoalan akomodasi atlet, pelatih, dan ofisial masi­ng-masing. Lalu, dibicarakan juga mengenai konsistensi jadwal pertandingan. Laporan ke saya pribadi sih hanya soal capaian prestasi, bukan soal kecurangan, tapi tidak tahu kalau Menpora secara langsung,” kata Gatot lagi.

Lebih lanjut, Gatot meminta para atlet terus berjuang dan tidak perlu memikirkan kondisi memanasnya hubung­an Indonesia dan tuan rumah karena persoalan bendera. “Kita masih jauh dari target. Para atlet dimohon jangan terprovokasi dengan hal-hal di luar pertandingan yang mereka jalani.”

Senada Chef de Mission Indonesia, Aziz Syamsuddin, juga optimistis bisa mengejar ketinggalan. Untuk itu, dia minta dukungan seluruh pihak.

“Saya (akan terus) mendorong agar setiap atlet menjadi juara di setiap kejuaraan,” tegasnya.

Memang Aziz mengakui beberapa tim gagal mendapat emas seperti yang ditargetkan. Contohnya di nomor lompat jangkit, Maria Natalia Natalia Londa yang harus puas meraih perak. Petinju Kornelis Kwangu Langu juga gagal mempertahankan emas di kelas terbang ringan.

Polo air putra juga tak berhasil memenuhi target emas dengan hanya memperoleh perak. Sementara itu, balap sepeda belum bisa menunjukkan harapan untuk memenuhi target delapan emas.

Untuk Asian Games
Kemarin, Indonesia kembali hanya mampu menambah tiga medali emas. Ketiga emas itu berasal dari perenang Gagarin Nathaniel di nomor 100 meter gaya dada putra, Agus Prayoga di nomor lari 10 ribu meter putra dan, atlet tolak peluru Eki Febri Ekawati.

Tambahan tiga emas itu tentu saja belum bisa mengatrol posisi Indonesia ke posisi keempat klasemen.

Untuk sementara, Indonesia me­ngoleksi 22 emas, defisit 13 emas dari Thailand yang satu tingkat di atasnya. Sementara itu, dengan pemuncak klasemen Malaysia, kontingen ‘Merah-Putih’ berjarak 46 medali emas.

“Memang SEA Games tidak bisa dibandingkan dengan Asian Games. Tapi jika melihat performa beberapa atlet di Malaysia saat ini, cukup menjanjikan,” ujar Gatot. (Beo/R-3)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya