Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KENYATAAN pahit harus diterima Manny Pacquiao.
Saat menghadapi penantangnya asal Australia, Jeff Horn, dalam pertarungan perebutan sabuk juara dunia tinju kelas welter WBO di Suncorp Stadium, Brisbane, Australia, kemarin, petinju Filipina itu dinyatakan kalah angka.
Tiga juri memberikan kemenangan angka mutlak bagi Horn dengan skor 117-111, 115-113, dan 115-113.
Itu menjadi kekalahan ketujuh Pacquiao dalam 68 pertarungan.
Keputusan juri untuk memberikan kemenangan bagi Horn langsung menuai kritik.
Alasannya, sepanjang laga yang berlangsung 12 ronde tersebut, Pacquiao mendominasi.
Statistik pertandingan menunjukkan Pacquiao lebih banyak memasukkan pukulan ketimbang Horn.
Kubu petinju berjuluk Pacman menilai keputusan juri itu kontroversial.
Pacquiao tidak mau berkomentar banyak soal keputusan juri.
Namun, Pacquiao mengatakan ia merasa seharusnya juri memberikan kemenangan kepadanya .
"Kami pikir kami yang memenangi pertarungan tersebut. Untuk rakyat Filipina, terima kasih atas cinta dan dukungan yang telah diberikan kepada saya," ujarnya singkat setelah pertandingan.
Petinju berusia 38 tahun ini menegaskan bersedia jika kembali harus menghadapi Horn.
"Tidak masalah jika harus menghadapinya lagi. Jika itu terjadi, lebih baik jika tarung ulang itu digelar di Filipina," ujarnya.
Pelatih Pacquiao, Justin Fortune, bahkan menyebut juri sudah gila dengan memenangkan Horn.
"Pacquiao kalah dalam pertarungan, tapi wajah Jeff Horn yang babak belur terlibat seperti labu. Angka (kemenangan) tersebut seharusnya diberikan kepada Pacquiao," jelas Fortune.
Mantan juara dunia kelas berat Lennox Lewis juga mempertanyakan keputusan juri tersebut.
Menurutnya, hal seperti itulah yang salah dalam dunia tinju.
"Horn bertarung dengan baik. Namun, saya sulit menerima ia yang memenangi pertandingan," ungkap Lewis.
Ketidakpuasan atas kekalahan Pacquiao itu juga diungkapkan atlet dari cabang olahraga lain.
'Tinju ialah sebuah gurauan dan itu terbukti kembali. Kamu bercanda dengan angka yang diberikan juri', tulis pemain American football Aaron Rodgers dalam akun Twitter-nya.
Pahlawan nasional
Kekalahan Pacquiao langsung meng-undang kekecewaan rakyat Filipina.
Acara nonton bareng yang digelar di berbagai tempat di Filipina, termasuk di kamp pengungsi warga Marawi yang sedang dilanda perang antara militer dan kelompok militan, berakhir dengan kekecewaan.
"Kami berharap wasit mengangkat tangan Pacquiao sebagai pemenang. Moral kami berada di titik terendah, tapi Pacquiao tetap menjadi simbol kekuatan," ungkap juru bicara pemerintah Marawi, Alonto Adiong.
Istana kepresidenan Filipina juga menyatakan pujian terhadap apa yang telah diperlihatkan Pacquaio di atas ring.
"Tidak ada yang berubah. Ia tetap juara bagi bangsa dan harta karun bangsa Filipina," ujar Ernsto Abella, juru bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
(AFP/AP/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved