Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Federer Dalam Angka-Angka Bidik Rekor

AFP/Mln/R-2
03/7/2017 01:01
Federer Dalam Angka-Angka Bidik Rekor
(AFP/Adrian DENNIS)

SELAMA 12 setelah menutup musim dengan mengalami kekalahan di semifinal, petenis Swiss, Roger Federer, kembali ke Wimbledon sebagai salah satu petenis favorit.

Ia bahkan dijagokan dapat memecahkan rekor di Wimbledon dengan merebut gelar kedelapan dan sekaligus menjadi petenis tertua yang menjadi juara di turnamen grand slam lapangan rumput tersebut.

Petenis yang akan genap berusia 36 tahun pada Agustus mendatang itu sempat disebut-sebut sudah habis setelah dikalahkan Milos Raonic dalam lima set yang melelahkan di Center Court pada 2016.

Apalagi, setelah itu, dia harus beristirahat akibat cedera lutut yang membuat koleksi grand slam-nya tertahan di angka 17 sejak 2012.

Namun, sejak awal tahun ini Federer seperti terlahir kembali.

Diawali dengan keberhasilannya merebut gelar Australia Terbuka, yang membuat gelarnya grand slam-nya menjadi 18, ia pun sukses di beberapa turnamen pemanasan.

Tidak berlebihan jika Federer kembali di unggulan di tempat ketiga tahun ini.

"Jika Andy (Murray) mendekati 100% secara fisik, saya menganggapnya sebagai salah satu favorit besar untuk juara. Sederhana saja, dia sama dengan Novak (Djokovic) dan Rafa (Rafael Nadal," kata Federer yang mengoleksi tujuh gelar Wimbledon, sama dengan Pete Sampras (Amerika Serikat).

Ambisi Federer itu memang dipastikan bakal mendapat tantangan hebat dari ketiga petenis terbaik dunia itu.

Namun, belakangan performa Murray dan Djokovic masih labil, sedangkan Nadal masih dibayang-bayangi cedera lutut.

"Tentu saja, tantangan akan datang dari mana saja," kata Federer lagi yang di babak pertama akan menghadapi petenis Ukraina, Alexander Dolgopolov.

Di sisi lain, Djokovic mendapat modal berharga sebelum ke Wimbledon dengan menjuarai turnamen Aegon International.

Djokovic menjadi juara setelah mengalahkan petenis Prancis, Gael Monfils, 6-3, 6-4.

Gelar itu sangat penting bagi petenis Serbia itu untuk menambah kepercayaan dirinya.

Apalagi, belakangan performanya agak menurun.

"Semua pemain top pernah melalui ini. Jadi, saya harus melewatinya dan mempelajari pelajaran dan kembali lebih kuat," kata petenis berusia 30 tahun itu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya