UPAYA meminimalisasi tingkat kriminalitas dan menjaga keamanan menjelang pilkada di Lampung terus dilakukan. Kemarin, warga Lampung diminta segera menyerahkan senjata api ilegal kepada pihak aparat.
Seruan itu dilontarkan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Brigjen Edward Syah Pernong dalam bentuk makmulat.
"Saya memberikan batas hingga satu minggu (pekan) ke depan agar masyarakat menyerahkan secara sukarela kepada aparat," kata Kapolda seusai ekspose hasil operasi Sikat Krakatau 2015 di Mapolda Lampung, kemarin.
Maklumat itu merupakan upaya Polda Lampung untuk menekan tindak kriminal sekaligus menciptakan kondisi keamanan menjelang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) di delapan kabupaten/kota di Bumi Ruwa Jurai.
Kapolda juga mengatakan pihaknya bersinergi dengan aparat militer dalam pendekatan persuasif pengumpulan senjata api (senpi) ilegal masyarakat itu.
"Kami bersinergi dengan Korem (Komando Resort Militer 043/Garuda Hitam) untuk mengumpulkan senjata api dan penciptaan suasana kondusif di Lampung selama pilkada dan selanjutnya," kata Kapolda.
Terkait hasil operasi Sikat Krakatau 2015, Kapolda menerangkan secara total pihaknya berhasil menyita 503 pucuk senjata api ilegal dan 153 butir amunisi. Semuanya berasal dari para tersangka kasus c3, yakni curat (pencurian dengan pemberatan) sebanyak 69 kasus, curas (pencurian dengan kekerasan) sebanyak 52 kasus, dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor) sebanyak 38 kasus serta 5 kasus senpi ilegal.
"Selama operasi ini, Tekab 308 dari Polda dan seluruh jajaran Polres se-Lampung berhasil membekuk 129 orang tersangka. Di antara senjata api ilegal itu, terdapat 498 pucuk yang diserahkan masyarakat secara sukarela," katanya.
Kabid Humas Polda Lampung AKB Sulistyaningsih menambahkan pada pengamanan pilkada, kepolisian memberikan perhatian khusus pada tiga daerah yang mengikuti pilkada serentak, yakni Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Pesawaran.
Perhatian diberikan karena ada pengalaman konflik di daerah itu dan petahana ikut dalam pilkada.
"Targetnya untuk memberikan jaminan pilkada serentak berkualitas. Kami minta dukungan masyarakat untuk memberikan informasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat," kata Sulis. Diserahkan Sebelumnya, Korem 043 Garuda Hitam menyerahkan 131 senjata api dari warga ke Kepolisian Daerah Lampung di Bandar Lampung, pekan lalu.
Komandan Korem 043/Garuda Hitam Kol Inf Joko P Putranto mengatakan 131 senjata api yang diserahkan oleh warga ini terdiri atas senjata organik, pabrikan, dan rakitan.
Senjata produksi pabrikan yang diserahkan terdiri atas senjata api laras pendek jenis bareta satu unit, senjata api laras pendek jenis FN satu unit, dan senjata api laras panjang standar Shabara SS1 V2 satu unit.
Sementara itu, senjata api rakitan ilegal terdiri atas laras panjang jenis locok 17 unit, laras pendek jenis Colt 109 unit, laras pendek jenis SN 451 satu unit, dan laras pendek jenis PM satu unit.
"Penyerahan hari ini merupakan penyerahan kedua kalinya setelah bulan lalu ada 73 senjata api yang diserahkan," katanya. Jadi, total senjata api rakitan yang dapat dikumpulkan ialah 203 pucuk dari berbagai macam bentuk.
Kapolda Lampung Brigjen Edwar Syah Pernong mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kerja sama pihak kepolisian dengan TNI. "Ini bentuk kerja sama dengan TNI dalam rangka menyambut pemilihan kepada daerah," kata dia. (N-1)