STATUS Gunung Bromo yang terletak di empat daerah di Jawa Timur hingga saat ini tetap pada level III atau Siaga. Pasalnya, aktivitas vulkanis membuat Gunung Bromo menjadi berbahaya sehingga Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) ditutup dari kegiatan wisata, seperti di kawasan kaldera yang meliputi lautan pasir, padang savana, dan kawah Gunung Bromo.
Meski sudah ditutup karena berbahaya, 30 pengendara motor trail nekat menerobos, kemarin siang. Petugas TNBTS segera mengejar, menghentikan rombongan tersebut, dan memintanya kembali.
"Setelah diajak keluar dari zona terlarang, mereka dikumpulkan dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan. Ini kami lakukan karena bahaya dari asap belerang yang keluar dari kawah bisa mematikan," kata Ayu Dewi Utari, Kepala TNBTS.
Hingga saat ini, berdasarkan pantauan Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pantau Gunung Bromo, asap kelabu terus keluar dari kawah Gunung Bromo. Ketinggian asap mencapai 200 meter-300 meter dengan disertai suara gemuruh dengan gelegar.
"Karena kondisinya berbahaya dan letusan bisa sewaktu-waktu membesar, kami tetap menutup kegiatan wisata di kawasan kaldera. Wisatawan hanya diperbolehkan ke Gunung Penanjakan, Bukit Cinta, Bukit Setya, dan Coban Trisula," imbuh Ayu Dewi.
Dari pantauan petugas, Gunung Bromo tetap menjadi tujuan wisatawan. Ratusan wisatawan terus berdatangan untuk menyaksikan keindahan panorama sekaligus menyaksikan letusan yang keluar dari kawah yang disertai dengan suara gemuruh yang menggelegar dari perut Gunung Bromo.
Wisatawan dapat menyaksikan keindahan panorama tersebut dari Gunung Penanjakan, Bukit Cinta, Bukit Setya, dan Coban Trisula di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
"Agar wisatawan tidak menerobos kawasan terlarang, kami juga meminta bantuan dari aparat Polri dan TNI untuk berjaga-jaga," ujar Ayu Dewi.
Selain sejumlah tempat yang dibuka, jalur pendakian ke Gunung Semeru juga tetap dibuka TNBTS. Pendakian ke Gunung Semeru baru akan ditutup pada 4 Januari 2016 nanti.
Penutupan jalur pendakian Gunung Semeru tersebut bertujuan memulihkan ekosistem di kawasan Gunung Semeru. Pasalnya, musim penghujan ialah musim yang tepat untuk pemulihan ekosistem. (AB/N-2)