PEDAGANG daging di Pasar Klaten, Jawa Tengah, belum merespons keinginan Presiden Joko Widodo agar harga daging turun ke posisi Rp70 ribu per kilogram. Di pasar tradisional, harga daging ialah antara Rp110 ribu dan Rp120 ribu per kilogram. Harga daging stabil tinggi karena harga sapi juga mahal. Salah satu pedagang, Sukarjo, membenarkan harga daging stabil tinggi karena harga sapi juga masih mahal. Sapi ukuran sedang saja mencapai Rp15 juta. "Jadi, daging masih sulit bergerak turun ke posisi Rp70 ribu per kilogram. Pasalnya, harga sapi di pasar masih tinggi," ujar Sukarjo, pedagang daging di Pasar Klaten, kemarin.
Bahkan, Sukarjo memperkirakan harga daging sapi bisa naik lagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2016. Di bagian lain, terkait kebutuhan beras, Bulog Subdivisi Regional (Subdivre) Banyumas, Jateng, memastikan bahwa beras impor tidak masuk ke kabupaten setempat. Di pasaran, harga beras mulai melonjak dari sebelumnya Rp9 ribu per kilogram (kg) kini menjadi Rp9.300 hingga Rp9.500 per kg. Salah seorang pedagang di Ajibarang, Banyumas, Fatimah, 54, mengungkapkan harga beras jenis IR 64 kelas medium kini mulai naik antara Rp300 hingga Rp500 per kg.
Di Surabaya, Jawa Timur, belum ada kenaikan harga kebutuhan pokok. Harga beras kelas medium IR 64 rata-rata Rp9,600/kg, beras premium bengawan Rp11.600/kg, beras mentik Rp12.300/kg. Sementara itu, harga gula pasir ialah Rp11.500/kg, minyak goreng curah Rp11.000/kg, dan telur ayam broiler Rp19.000/kg. Kondisi harga beras yang stabil tinggi terpantau di Palu, Sulawesi Tengah. Beras kualitas bagus dibanderol Rp10.000 per liter. "Untuk beras standar Rp8.500 dan beras yang kurang bagus Rp6.500 per liter," aku salah satu pedagang, Nur Hikmah, di Pasar Tradisional Inpres Manonda Palu, kemarin.