Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAYAAN (mangayubagya) 80 Tahun usia Sri Sultan Hamengkubuwono X disemarakkan dengan belasan ribuan nasi angkringan gratis di sepanjang di Malioboro hingga malam hari, Kamis (2/4).
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi menjelaskan, perayaan ini mengakomodasi peserta dari kalurahan sekaligus masyarakat umum yang ingin turut merayakan.
Pada pagi hingga siang hari, sajian angkringan disiapkan secara khusus di kawasan Alun-Alun Utara untuk mendukung kegiatan Mangayubagyo. Para pamong kalurahan dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-DIY yang tergabung dalam Nayantaka, dipersilakan untuk menikmati sajian tersebut.
Memasuki sore hingga malam hari, perayaan berlanjut dalam bentuk pesta rakyat yang terbuka untuk umum di kawasan Malioboro. Sekitar 80 angkringan menyediakan sajian khas untuk masyarakat umum.
Angkringan dimulai pukul 16.00 sampai 22.00 WIB, dibagi dua sesi. Setiap sesi ada 80 angkringan, masing-masing menyediakan 100 nasi kucing.
"Pembagian dua sesi dilakukan untuk mengatur distribusi masyarakat agar tetap nyaman selama acara berlangsung,” jelas Imam pada Rabu (01/04) melalui sambungan telepon.
Dalam satu sesi, tersedia sekitar 8.000 porsi nasi angkringan yang dibagikan secara gratis. Dengan dua sesi yang digelar, total sajian mencapai lebih dari 16.000 porsi hingga malam hari.
Jumlah tersebut masih ditambah dengan sajian tumpeng yang akan dibagikan di sejumlah titik di sepanjang Malioboro. Tumpeng tersebut disiapkan oleh Biro Umum Setda DIY sebagai bagian dari rangkaian perayaan.
Bentangan angkringan akan hadir mulai dari kawasan Stasiun Tugu hingga Titik Nol Kilometer, termasuk di area Teras Malioboro, Pasar Beringharjo, hingga depan Museum Sonobudoyo.
Di sela-sela titik angkringan, pengunjung juga akan disuguhi berbagai pertunjukan seni di sejumlah panggung. Lokasi panggung di antaranya berada di kawasan BPD DIY, eks Teras Malioboro 2, trotoar depan DPRD DIY, area Hotel Mutiara, pintu barat Kepatihan, Teras Malioboro 1, Pasar Beringharjo, hingga kawasan Titik Nol Kilometer.
Selain itu, pertunjukan juga akan digelar di depan Museum Sonobudoyo dengan dukungan Dinas Kebudayaan DIY. Kehadiran panggung-panggung ini menjadi pelengkap suasana pesta rakyat yang menggabungkan kuliner dan seni dalam satu ruang.
Menariknya, sebagian besar angkringan yang hadir merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Sekitar 60–70 persen didukung oleh sponsor dari beragam sektor, mulai dari BUMN seperti Pertamina dan PLN, pelaku industri pariwisata, hingga asosiasi seperti PHRI.
“Konsep ini menjadi cara sederhana namun kuat untuk menghadirkan kebersamaan dalam ruang publik. Ini memang dari masyarakat untuk masyarakat, sebagai bentuk kebersamaan dalam memaknai momen ini,” imbuh Imam.
Momentum libur panjang akhir pekan juga diharapkan mampu menarik wisatawan untuk datang ke Yogyakarta. Dengan demikian, perayaan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Sri Sultan, tetapi juga memberi dampak pada pergerakan pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi menambahkan, pesta rakyat ini mengusung tajuk “Pesta Rakyat Golong Gilig”. Kegiatan ini menjadi wujud persembahan dari Pemda DIY dan masyarakat kepada Sri Sultan yang genap berusia 80 tahun.
Konsep “art on the street” dihadirkan untuk mendekatkan seni tradisi dan kontemporer kepada masyarakat luas. Pendekatan ini diharapkan mampu mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat dalam ruang publik yang terbuka.
Sebanyak 10 titik atraksi budaya akan tersebar di sepanjang Malioboro, mulai dari kawasan Pangurakan hingga ujung jalan depan Hotel Garuda Inn. Beragam pertunjukan akan ditampilkan, mulai dari jathilan, reog, panembromo, tari angguk, hingga keroncong dan band. (AT/E-4)
UCAPAN bela sungkawa disampaikan Raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X atas meninggalnya Raja Keraton Kasunanan Solo, Pakubuwono XIII, Minggu (2/11).
GUBERNUR DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X mendorong semua pihak untuk melakukan konsolidasi dalam menyikapi pengetatan atau efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved