Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Jenazah tanpa Identitas Diduga Korban Kecelakaan Laut Singapura Mengapung di Perairan Karimun

Hendri Kremer
31/3/2026 12:35
Jenazah tanpa Identitas Diduga Korban Kecelakaan Laut Singapura Mengapung di Perairan Karimun
Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah tanpa identitas di kawasan berbatu perairan Pulau Asam, Kabupaten Karimun, Senin (30/3).(Dok. Humas Basarnas)

TIM SAR gabungan mengevakuasi sesosok jenazah tanpa identitas yang ditemukan mengapung di perairan Pulau Asam, Kabupaten Karimun, Senin (30/3). Penemuan tersebut menghebohkan warga setempat dan diduga berkaitan dengan insiden kecelakaan laut yang terjadi di perairan Singapura beberapa hari sebelumnya.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan informasi awal diterima dari nelayan yang melintas di sekitar lokasi penemuan. Nelayan kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat setempat sebelum diteruskan kepada tim SAR untuk dilakukan evakuasi.

“Berdasarkan hasil koordinasi awal, ciri-ciri korban mengarah pada insiden kecelakaan laut yang menimpa seorang kru kapal di perairan West Keppel Fairway, Singapura, pada 27 Maret 2026,” ujarnya, Selasa (31/3).

Diduga Terbawa Arus dari Perairan Singapura

Fazzli menjelaskan, sejak insiden tersebut terjadi, otoritas Singapura melalui Port Operations Control Centre (POCC/MPA) dan Police Marine Singapore telah melakukan pencarian intensif. Namun hingga beberapa hari setelah kejadian, korban belum berhasil ditemukan.

Jenazah diduga terbawa arus laut hingga memasuki wilayah perairan Indonesia dan akhirnya ditemukan di sekitar Pulau Asam. Kondisi arus laut di kawasan perbatasan Indonesia–Singapura memungkinkan perpindahan objek lintas wilayah dalam waktu relatif singkat.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, kepolisian, dan instansi terkait lainnya. Petugas menggunakan kapal patroli untuk menjangkau lokasi dan mengevakuasi jenazah secara hati-hati.

Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RSUD Karimun untuk menjalani proses identifikasi lanjutan. Tim medis akan melakukan pemeriksaan forensik guna memastikan identitas korban, termasuk mencocokkan data dengan laporan orang hilang dari pihak Singapura.

Koordinasi Intensif dengan Otoritas Singapura

Pihak SAR saat ini terus menjalin komunikasi dengan otoritas Singapura untuk mempercepat proses identifikasi melalui pertukaran data, termasuk ciri fisik dan informasi medis korban.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait di Singapura untuk mencocokkan data korban. Diharapkan dalam waktu dekat identitas jenazah dapat segera dipastikan,” tambahnya.

Hingga kini proses identifikasi masih berlangsung. Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait agar segera melapor kepada aparat setempat. (HK/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya