Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Buntut Joget Viral, Hendrik Mitra MBG di Batujajar Sampaikan Klarifikasi

Depi Gunawan
25/3/2026 16:44
Buntut Joget Viral, Hendrik Mitra MBG di Batujajar Sampaikan Klarifikasi
Hendrik Irawan, pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, yang jogetnya viral.(MI/Depi Gunawan)

HENDRIK Irawan, pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memberikan klarifikasi terkait kegaduhan akibat video yang pernah ia unggah di media sosial.

Beberapa hari lalu, Hendrik memposting konten joget di akun pribadinya. Dalam video tersebut, ia juga menampilkan penghasilan Rp6 juta per hari sebagai mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kemudian memicu kritik dari netizen.

Dalam klarifikasinya, Hendrik menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

"Saya mohon maaf kepada para netizen atas huru-hara yang terjadi. Tidak ada maksud untuk menyakiti atau menyinggung siapa pun," ucap Hendrik dalam video yang dibuatnya, Rabu (25/3).

Ia juga meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto serta pihak terkait atas polemik yang muncul. Hendrik menegaskan bahwa insentif Rp6 juta per hari bukan berasal dari jatah makanan anak-anak, melainkan merupakan bagian dari insentif resmi program yang dijalankan bersama pemerintah.

Menurut Hendrik, dana tersebut bukan keuntungan bersih, melainkan penggantian biaya operasional yang telah ia keluarkan sendiri. Ia menambahkan bahwa sejak awal, pembangunan dapur SPPG menelan investasi sekitar Rp3,5 miliar dari dana pribadi, mencakup lahan dan fasilitas pendukung.

"Dapur ini kami bangun dari tanah kosong dengan dana pribadi, bukan langsung dari pemerintah," jelasnya.

Hendrik juga menekankan bahwa perhitungan insentif Rp6 juta hanya berlaku selama 24 hari kerja dalam sebulan, sehingga hingga kini ia belum mencapai titik balik modal.

"Jadi untuk para netizen, bilamana ada kata-kata, tutur kata yang menyakiti netizen, di mana pun saya mohon maaf, apalagi ini masih suasana lebaran," ujarnya.

Ia memastikan kualitas makanan dalam program MBG tetap terjaga, tanpa pengurangan porsi maupun mutu.

"SPPG Pangauban mampu memberi kualitas yang sangat-sangat baik, mampu memberi apa kualitas yang bagus," tuturnya.

Di akhir videonya, Hendrik mengundang masyarakat untuk hadir dalam acara makan gratis yang akan digelar pada 27 Maret di SPPG Pangauban, dengan tujuan menunjukkan secara langsung kualitas makanan yang disediakan.

"Pokoknya untuk para netizen saya harap nanti anda-anda boleh datang ke SPPG kami untuk makan gratis," jelas Hendrik. (DG/I-1) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya