Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Garut memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) di jalur utama arus balik Lebaran setelah volume kendaraan mencapai 54.020 unit sejak Selasa (24/3/2026) malam. Kebijakan tersebut terbukti efektif mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah titik rawan kemacetan.
Rekayasa lalu lintas diterapkan di jalur Limbangan, Malangbong, Kadungora, Tarogong, hingga Leles yang menjadi lintasan utama kendaraan menuju Bandung dan Jakarta. Sistem one way dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi arus kendaraan di lapangan.
Kasatlantas Polres Garut Ajun Komisaris Luky Martono menjelaskan petugas telah beberapa kali melakukan penutupan dan pengalihan arus kendaraan sepanjang hari, terutama di titik-titik rawan kemacetan sejak pagi hingga malam hari.
"Rekayasa lalu lintas ini difokuskan untuk memperlancar kendaraan dari Bandung menuju Tasikmalaya maupun sebaliknya, yang mengalami peningkatan signifikan selama masa mudik. Pelaksanaan one way dilakukan secara bertahap dengan durasi waktu bervariasi 10 hingga 50 menit sesuai kepadatan arus di masing-masing titik," ujarnya, Rabu (25/3/2026) pagi.
Berdasarkan data Satlantas Polres Garut, volume kendaraan dari arah Bandung menuju Garut tercatat sebanyak 38.147 unit kendaraan, terdiri atas 21.352 sepeda motor, 16.098 mobil kecil dan sedang, serta 697 kendaraan besar seperti truk dan bus.
Sementara itu, arus balik dari arah Garut menuju Bandung mencapai 54.020 kendaraan yang terdiri dari 28.680 sepeda motor, 24.643 mobil kecil dan sedang, serta 697 kendaraan besar.
"Arus balik di jalur Limbangan dan Malangbong diberlakukan sistem one way mulai Masjid Kaum Lewo, Pasar Domba, RM Pananjung, hingga Simpang Tiga Malangbong. Sementara di jalur Kadungora, Tarogong, dan Leles dilakukan di kawasan Kadungora, Tutugan Leles, dan Simpang Empat Kubang," katanya.
Menurut Luky, lonjakan volume kendaraan menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama arus balik Lebaran, khususnya di jalur arteri selatan Jawa Barat yang melintasi Kabupaten Garut. Meski terjadi peningkatan arus kendaraan, kondisi lalu lintas secara umum tetap terpantau lancar dan terkendali berkat penerapan rekayasa lalu lintas secara dinamis.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Adanya rekayasa one way ini diharapkan arus mudik dapat berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," paparnya. (AD/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved