Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
JALUR tikus atau jalur tidak resmi di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste kembali dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyelundupkan barang ilegal. Di tengah suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, prajurit Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad tetap meningkatkan pengawasan wilayah perbatasan.
Upaya penyelundupan berhasil digagalkan pada Selasa (24/3/2026) malam di wilayah Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad Letkol Arm Erlan Wijatmoko menuturkan operasi bermula dari patroli rutin personel Pos Silawan di kawasan perbatasan yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi.
"Penggagalan ini bermula dari patroli rutin yang dilakukan personel Pos Silawan pada dini hari di sektor perbatasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Saat melakukan penyisiran, anggota menemukan barang mencurigakan yang disembunyikan di balik semak-semak dan pepohonan," katanya kepada Media Indonesia, Rabu (25/3/2026)
" Setelah diperiksa, ditemukan 6 karung ballpress pakaian bekas yang diduga kuat akan diselundupkan ke wilayah Indonesia tanpa prosedur resmi. Barang bukti tersebut akhirnya disita petugas dan dibawa ke pos pemeriksaan setempat," lanjutnya.
Berdasarkan pantauan petugas di lapangan, Desa Silawan selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan penyelundupan karena banyaknya jalur tidak resmi yang kerap dimanfaatkan pelaku lintas batas ilegal.
Keberhasilan penggagalan tersebut menambah daftar capaian Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad dalam memberantas peredaran barang ilegal di wilayah perbatasan. Sejak awal tahun 2026, total barang bukti yang berhasil diamankan telah mencapai 235 karung ballpress pakaian bekas.
Seluruh barang bukti kini diamankan di Markas Komando Satgas untuk proses pendataan lebih lanjut. Sesuai prosedur, Satgas hanya memiliki kewenangan mengamankan barang dan melakukan pemeriksaan awal, sementara proses hukum lanjutan diserahkan kepada pihak Bea Cukai.
Erlan menegaskan bahwa momentum Hari Raya Idul Fitri tidak mengurangi kewaspadaan prajurit dalam menjaga kedaulatan wilayah negara, khususnya di kawasan rawan pelanggaran lintas batas.
"Di tengah suasana Lebaran, kami tetap mengedepankan kewaspadaan, terutama di daerah-daerah rawan seperti Silawan yang memiliki banyak jalur tidak resmi. Pengawasan akan terus ditingkatkan agar setiap potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini," tegasnya. (OL/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved