Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL panen raya demplot padi 10 hektare di Desa Wonosari, Kecamatan Truk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mencapai 8-9 ton per hektare. Demplot padi ini dilaksanakan atas kerja sama antara Kelompok Tani Ngudi Makmur dan PT Langgeng Asri Makmur.
Panen raya demplot padi di desa tersebut, dilaksanakan pada Sabtu (14/3), serta dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasjhari, Wakil Ketua DPRD Klaten Haryanto, Dandim 0723/Klaten, Kabagren Polres Klaten, dan Kepala DKPP Klaten.
Direktur Pemasaran PT Langgeng Asri Makmur, Wahyu Prasetyo, dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur dalam pelaksanaan demplot padi 10 hektare di desa ini mendapat pupuk petroganik dari PT Langgeng Asri Makmur.
Produksi padi demplot meningkat signifikan setelah dipupuk dengan petroganik. Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan produksi mencapai 8-9 ton gabah kering panen per hektare. Hasil ini meningkat 1-1,5 ton dari sebelum menggunakan pupuk petroganik.
“Selanjutnya, setelah terbukti hasil demplot padi 10 hektare meningkat signifikan, demplot berikut sesuai keinginan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI akan dilaksanakan lagi di Desa Wonosari pada musim tanam (MT) II dengan luas 30 hektare,” ungkap Wahyu Prasetyo.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Iwan Kurniawan, menyambut gembira panen raya demplot padi 10 hektare yang dilaksanakan atas kerja sama yang baik antara Poktan Ngudi Makmur Desa Wonosari dengan PT Langgeng Asri Makmur.
Dalam kesempatan tersebut, Iwan mengingatkan kepada petani bahwa penggunaan pupuk petroganik sangat bermanfaat bagi tanaman, terutama tahan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Namun, para petani selama ini lebih senang dengan pupuk kimia.
“Perlu diketahui, bahwa dengan pupuk organik tanaman padi tidak mudah ambruk. Karena itu, kami minta petani mengurangi penggunaan pupuk kimia dan perbanyak organik. Ini bukti nyata demplot padi yang menggunakan pupuk organik hasilnya meningkat,” ujarnya.
HASIL MELIMPAH
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasjhari menyampaikan sangat luar biasa hasil demplot padi 10 hektare di Desa Wonosari. Alhamdulilah hasilnya melimpah sampai 9 ton per hektare, padahal biasanya 6-7 ton per hektare.
“Terima kasih Poktan Ngudi Makmur yang telah menyukseskan demplot 10 hektare yang kita adakan dengan bekerjasama PT Langgeng Asri Makmur. Hasil panen padi demplot di desa ini bagus dan layak demplot berikut diadakan lagi,” ujarnya.
Kepada Poktan Ngudi Makmur Desa Wonosari, Abdul Kharis berjanji jika hasil demplot MT II seluas 30 hektare hasilnya bagus ia akan mengundang atau menghadirkan Ketua Komisi IV DPR RI Titik Soeharto. Untuk itu, diharapkan demplot MT II dikelola dan dijaga dengan baik.
“Kenapa kita harus fokus kedaulatan pangan, sebagaimana program prioritas Presiden Prabowo ditegaskan, bahwa pada 2025 tidak ada impor beras. Karena, produksi pada tahun lalu itu telah mencapai 37,4 juta ton, sedangkan kebutuhan 34 juta ton,” jelasnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved