Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUT asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Sumatra dan Kalimantan masih mendera. Beragam upaya ditempuh. Kreativitas pun bermunculan untuk meminimalkan dampak bencana itu. Salah satunya datang dari I Gede Wenten, 53.
Ia menciptakan air purifier bernama Fresh-On 2015 yang diyakini mampu membersihkan udara dari partikel jahat. Pekan ini alat tersebut mulai dikirim ke Kalimantan dan Sumatra.
Menurut Wenten, selain menjadi solusi bagi warga agar tak terus-terusan menghirup udara sarat asap, alat itu bisa diaplikasikan di daerah-daerah lain.
Ia cukup disambungkan ke beragam alat penyedot udara berbagai ukuran, tergantung kebutuhan, dari ukuran besar, sebesar kompresor ban mobil yang digerakkan listrik, diesel, aki mobil, hingga sekadar pompa ban sepeda yang digerakkan secara manual.
"Sekarang banyak debu, toh, di Bandung dan Jakarta," ucap Wenten di kediamannya, Perumahan Lembah Permai Hanjuang, Jalan Bukit Indah I-37, Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/10).
"Porinya kecil sekali, 50 nano. Jadi, partikel-partikel udara kotor itu tertangkap lalu keluarlah udara bersih dari alat ini," tambahnya.
Meski terlihat sederhana, penyaring udara dengan teknik membran sangat tipis itu tak bisa dibuat semua orang karena harus menggunakan teknologi nano.
Wenten mengatakan hasil karyanya itu bisa bertahan 10 tahun. Wenten tak menutup kemungkinan akan mengomersialkan karyanya tersebut. Namun, saat ini ia memfokuskan untuk membantu korban asap. Pembuatan satu Fresh-On 2015 butuh biaya Rp250 ribu.
Prof Wenten berasal dari Buleleng, Bali. Ia kuliah di Jurusan Teknik Kimia ITB pada 1982 dan lulus lima tahun kemudian sebagai lulusan terbaik.
Wenten meneruskan program master dan doktor di Denmark Technology University lalu mendapatkan gelar profesor dari ITB.
Di sela aktivitas sebagai dosen di Departemen Teknik Kimia ITB, Wenten aktif di berbagai forum dan penelitian di dalam dan luar negeri.
Keahliannya di teknologi membran.
Salah satu karyanya yang menarik perhatian ialah IGW Emergency Pump. Pompa tanpa listrik itu mampu memisahkan air kotor atau campuran dengan air murni.
Di Eropa, Wenten dikenal karena mampu memilah alkohol untuk membuat mutu protein bir terjaga dan limbah produksi pabrik bir tak mencemari lingkungan.
Media Eropa menyebut penemuan tersebut sebagai revolusi terbesar bagi industri bir dalam 50 tahun terakhir.
Sejauh ini, Wenten telah memegang 15 hak paten atas karyanya.
Semua berkaitan dengan teknologi membran.
Aktivis sosial Imam Prasodjo yang menemui Wenten di Bandung pada 22 Oktober silam pun memuji habis temuan Fresh-On 2015.
"Saat saya menatapi alat yang sepintas sederhana itu, saya tertegun penuh kegembiraan. Inikah alat penyelamat yang dicari?" ucapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved