Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
IMPLEMENTASI Super Aplikasi Rumah Pendidikan yang diluncurkan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SD Negeri 020 Sepaku, Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan literasi digital dan keterlibatan belajar siswa di wilayah 3T.
Dari total 328 siswa di sekolah tersebut, sebanyak 155 siswa telah menjadi pengguna aktif fitur Ruang Murid, atau setara dengan 47,2% tingkat adopsi digital. Perubahan paling signifikan terlihat pada peningkatan utilisasi diri siswa dalam mengoperasikan perangkat digital.
Siswa yang sebelumnya mengalami kendala teknis, seperti penggunaan tetikus (mouse) dan navigasi aplikasi, kini mampu membuka dan menutup aplikasi, mengakses konten pembelajaran, serta mengeksplorasi fitur edukasi secara mandiri. Laboratorium komputer tidak lagi menjadi ruang pasif, melainkan ruang eksplorasi yang dinamis dan partisipatif.
DAYA TARIK BELAJAR
Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha melalui keterangannya, Jumat (6/3), menyatakan, semangat pembelajaran mendalam, berkualitas dan inklusif melalui Rumah Pendidikan bisa menjadi salah satu daya tarik belajar guna menekan angka penyebab putus sekolah terutama di pelosok daerah.
Sebab, selain faktor laten seperti keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kondisi ekonomi keluarga, survei menyebutkan bahwa anak sekolah dasar dan menengah yang putus sekolah juga dikarenakan rendahnya kesadaran serta faktor sosial dan budaya yang mengedepankan pekerjaan di usia muda.
“Diperlukan terobosan dan intervensi cerdas dalam mengatasi semua tantangan tersebut. Super Aplikasi Rumah Pendidikan adalah bagian pembangunan ekosistem pendidikan mendalam yang menarik dan penting dari Mendikdasmen Prof Mu’ti,” tuturnya.
Menurut Yudhistira pengalaman SDN 020 Sepaku ini menunjukkan, digitalisasi bukan hanya modernisasi teknologi, tetapi juga instrumen pemerataan akses dan peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, batasan geografis dan keterbatasan sumber daya dapat diminimalkan.
"Jika langkah serupa tumbuh di setiap titik desa di Indonesia, transformasi pendidikan nasional akan bergerak sistemik menuju terwujudnya generasi unggul dan adaptif dalam menyongsong Indonesia Emas," tuturnya.
TRANSFORMASI SINGKAT
Syarinah, Guru SDN 020 Sepaku, menyebut transformasi tersebut terjadi dalam waktu relatif singkat melalui pendampingan yang terstruktur. Awalnya banyak siswa canggung menggunakan perangkat digital. Sekarang mereka lebih percaya diri, mampu bernavigasi sendiri, bahkan berani mengeksplorasi konten pembelajaran tanpa takut salah.
"Rumah Pendidikan bukan sekadar alat belajar, tetapi media yang memerdekakan siswa untuk tumbuh di dunia digital secara positif,” jelasnya.
Pemanfaatan aplikasi besutan Pusdatin, tersebut kata Syarinah, dilaksanakan dua kali dalam sebulan dengan durasi 2 x 35 menit setiap pertemuan. Sebanyak 16 guru terlibat aktif mengeksplorasi fitur-fitur utama seperti Lab Maya, Buku Digital, Game Interaktif serta modul penguatan karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Keterlibatan tenaga pendidik menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi.
"Melalui pendekatan kolaboratif di komunitas belajar dan forum Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 2 Kecamatan Sepaku, proses diseminasi dilakukan berkelanjutan agar menjembatani kesenjangan antara pemahaman konseptual dan praktik teknis di ruang kelas," tandasnya.
PEMBELAJARAN DIGITAL
Syarinah menambahkan, fitur Ruang Murid memberikan akselerasi signifikan terhadap metode pengajaran. Ruang Murid menjadi akselerator pembelajaran bagi siswa. Kontennya dinamis dan sangat sesuai karakter generasi sekarang yang audio visual. Guru lebih mudah melakukan diferensiasi pembelajaran karena materi dapat disampaikan secara visual dan interaktif.
"Tingkat adopsi 47,2% adalah fondasi awal. Sekolah menargetkan peningkatan hingga 80% pada semester mendatang melalui penguatan infrastruktur laboratorium komputer serta optimalisasi pendampingan guru," imbuhnya. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved