Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Gunung Barujari Erupsi Penerbangan Terganggu

Yusuf Riaman
04/11/2015 00:00
Gunung Barujari Erupsi Penerbangan Terganggu
(Antara Foto)
GUNUNG Barujari kembali meletus kemarin sekitar pukul 05.30 Wita. Asap dan debu vulkanis menyembur hingga ketinggian 1.300 meter. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat Azhar mengatakan Gunung Barujari yang berlokasi di Segara Anakan, yang merupakan anak Gunung Rinjani, sempat meletus sebanyak tujuh kali.

"Laporan dari BPBD Kabupaten Lombok Utara yang kami terima, selain letusan tujuh kali, asap dari letusan dominan ke arah barat dan utara. Hujan abu menimpa tujuh desa yang berada di kaki gunung," jelas Azhar, kemarin. Pascaletusan sempat terjadi gempa tremor. Meski demikian, status Gunung Barujari masih tetap waspada. BPPD NTB telah menyalurkan sekitar 4.000 masker kepada warga yang terkena dampak hujan abu Gunung Barujari.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani Agus Budiono menegaskan pihaknya terus memantau secara rutin untuk mencegah agar tidak ada orang yang melakukan pendakian di Gunung Barujari. "Kami terus melakukan patroli dan penjagaan 24 jam. Apalagi laporan dari pos pengamat tampaknya aktivitas vulkanologi terus meningkat," ujar Agus. Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Barujari, radius 3 kilometer dari puncak harus steril dan tidak boleh ada kegiatan manusia.

Polda NTB dan petugas Taman Nasional Gunung Rinjani terus memantau titik-titik tempat keluar masuk pendakian, karena dikhawatirkan ada pendaki yang melanggar aturan. Sebab setelah Gunung Barujari erupsi membawa gas beracun. Setiap titik masuk jalur pendakian menuju Gunung Rinjani ditutup setelah erupsi Gunung Barujari. Gunung yang dikenal dengan sebutan anak Gunung Rinjani itu terletak di tengah area Danau Segara Anak dengan ketinggian 2.296-2.376 meter dari permukaan laut (mdpl). Terakhir, anak Rinjani itu meletus pada 2 Mei 2009, dengan jumlah korban jiwa 31 orang akibat terkena banjir bandang. Sebelumnya, pada 2004, Gunung Barujari pernah meletus, tetapi tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Penerbangan ditutup
Erupsi Gunung Barujari menyebabkan sembilan penerbangan dari dan ke Australia ditutup sementara di Bandara Ngurah Rai. General Manager PT Angkasa Pura Ngurah Rai IGN Ardita menjelaskan sembilan penerbangan dari dua maskapai Australia, yakni Virgin Air dan Jet Star, membatalkan penerbangan dengan alasan erupsi Gunung Barujari.

"Angkasa Pura Ngurah Rai sebenarnya tidak mengajukan pembatalan penerbangan ke Australia. Namun, karena kedua maskapai itu yang mengajukan (pembatalan) penerbangan, akhirnya dilayani juga," ujarnya. Menurutnya, erupsi tersebut tidak terlalu membahayakan, tetapi kedua maskapai mempertimbangkan keselamatan penumpang sehingga membatalkan jadwal penerbangan. (OL/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya