Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Samosir Berkomitmen Rawat dan Jaga Warisan Budaya Bangsa

Apul Iskandar Sianturi
12/2/2026 14:39
Samosir Berkomitmen Rawat dan Jaga Warisan Budaya Bangsa
Menteri Kebudayaan Fadli Zon.(MI/Apul Iskandar)

KABUPATEN Samosir, Sumatra Utara terpilih sebagai tuan rumah penganugerahan Desa Budaya se-Indonesia. Penganugerahan lima Desa Budaya terpilih untuk tahun 2025 diumumkan langsung di Huta Sinapuran, Desa Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabtu 7/2). Hal ini  menegaskan peran strategis Samosir dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. 

Adapun lima desa pemenang adalah Desa Cibaliung (Kabupaten Pandeglang, Banten), Desa Duarato (Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur), Desa Suak Timah (Kabupaten Aceh Barat, Aceh), Desa Tanjung Isuy (Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur), serta Desa Tebat Patah (Kabupaten Muaro Jambi, Jambi). 

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan bahwa penunjukan ini merupakan pengakuan negara atas komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir bersama masyarakat dalam merawat nilai-nilai budaya yang hidup dan berkembang di desa-desa, sekaligus memperkuat posisi Samosir sebagai pusat pengembangan desa budaya yang berkelanjutan. 

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan, meski secara geografis Samosir tergolong kecil, Samosir mendapat kehormatan besar karena dipilih sebagai lokasi pelaksanaan apresiasi Desa Budaya se-Indonesia.

“Samosir memang kecil secara wilayah, tetapi dari sekian banyak daerah di Indonesia, Bapak Menteri memilih Samosir. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata Vandiko. 

Ia mengungkapkan kekuatan utama Samosir terletak pada kekayaan tradisi dan budayanya. Kabupaten ini, kata dia, dianugerahi potensi luar biasa oleh pemerintah pusat sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. "Selain bentang alam dan panorama Danau Toba yang memikat, Samosir menyimpan warisan budaya yang kuat dan hidup di tengah masyarakatnya," ungkap Vandiko.

Vandiko juga menegaskan posisi Samosir sebagai titik awal peradaban Batak. Kepercayaan masyarakat Batak menyebutkan bahwa Raja Batak pertama kali turun ke dunia dari Gunung Pusuk Buhit. Dari tempat inilah  peradaban Batak bermula dan kemudian berkembang hingga kini, dengan jumlah masyarakat Batak yang diperkirakan mencapai sekitar 10 juta jiwa di seluruh dunia.

Pada kesempatan itu, ia pun mengundang Menteri Kebudayaan dan seluruh tamu undangan untuk menelusuri langsung jejak-jejak awal peradaban Batak tersebut. “Jika masih ada waktu, kami siap mendampingi Bapak dan Ibu sekalian melihat langsung bagaimana jejak peradaban Batak dari Gunung Pusuk Buhit,” katanya.

Kabupaten Samosir saat ini lanjut dia telah menetapkan sekitar 83 objek cagar budaya di tingkat kabupaten dan berkomitmen melakukan kurasi berkelanjutan agar sejumlah cagar budaya tersebut dapat ditingkatkan statusnya ke tingkat provinsi, bahkan nasional.

Selain itu, Samosir juga telah memiliki tiga desa wisata, salah satunya Huta Sinapuran di Desa Simanindo lokasi berlangsungnya kegiatan tersebut. Keberadaan desa-desa wisata itu, menurutnya merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program kementerian untuk pengembangan desa budaya. Ke depan, ia menargetkan akan lahir lebih banyak desa budaya di Samosir.

Vandiko turut menyampaikan harapan kepada Menteri Kebudayaan terkait penguatan penulisan sejarah dan kebudayaan Batak. Ia merujuk pada pernyataan Menteri sebelumnya mengenai pentingnya penulisan kebudayaan sebagai penguatan identitas nasional. Pemerintah Kabupaten Samosir  telah memulai langkah awal melalui forum diskusi dan pelibatan para ahli, namun masih membutuhkan dukungan dalam penyusunan naskah akademik yang komprehensif.

“Kami berharap ke depan dapat dibantu agar penulisan tentang awal peradaban Batak di Indonesia dapat disusun dengan lebih kuat dan jelas. Ini adalah bagian dari identitas dan jati diri yang tidak bisa ditawar dan harus kita lestarikan,” ujarnya.

Menteri Kebudayaan Fadli Kelima desa budaya yang terpilih kata dia menjadi contoh bagi desa di Indonesia, menunjukkan kekayaan budaya yang sangat beragam 'Mega diversity'. Desa budaya menjadi bagian tonggak penting penjaga budaya sehingga budaya kedepannya harus berkelanjutan. "Budaya tidak akan pernah habis selama ada manusia , mari mejadi penjaga budaya agar terus hidup, berlanjut dari generasi ke generasi" kata Fadli

Fadli menambahkan, perihal budaya terkait juga dengan cara bicara, bahasa, ekspresi, bahasa, wastra, permainan tradisional, olahraga tradisional dan bagian lainnya. "Desa yang ada di Indonesia harus mengedepankan dan menjaga budaya," ungkapnya.

Melihat budaya Samosir, Menteri Kebudayaan mengakui bahwa Kabupaten Samosir memiliki banyak potensi yang layak diakselerasi ke tingkat nasional. Ia juga mengapresiasi Opera Batak dengan para maestro, juga penampilan paduan suara yang sangat bagus. "Saya dari pagi datang ke Samosir melihat banyak sekali kekayaan budaya yang luar biasa dan tentu kami akan datang lagi. Dari 83 cagar budaya akan kita galakkan dan  percepat akselerasi ke peringkat nasional saya kira banyak sekali yang layak," ungkap Fadli Zon

Sejalan dengan Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Kebudayaan menekankan gerakan ASRI untuk menjadi bagian yang harus digerakkan menjadi satu ekosistim. "Saya yakin dengan menerapkan  ASRI, Samosir akan menjadi wisata budaya yang maju  apalagi didukung wisata alam dengan keindahan Danau Toba dan juga kaldera terbesar di Dunia yang  menjadi modal yang luar biasa," tambahnya 

Lebih lanjut Fadli Zon menambahkan Kemajuan budaya harus  dilakukan bersama-sama mulai dari pusat ke desa dan juga komunitas budaya. Untuk kemajuan budaya Batak Menteri Kebudayaan memberikan janji untuk menulis budaya Batak dalam buku secara  komprehensif.  "Dengan dukungan semua pihak , kita bisa majukan budaya. Sesuai perintah konstitusi kita harus  memajukan budaya termasuk budaya Batak, sebab d imana-mana selalu ada orang Batak di dunia. Semoga budaya dan peradaban Batak semakin maju," kata Menbud Fadli Zon. (H-1) 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya