Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga Orang Rimba atau suku Anak Dalam di Provinsi Jambi, antusias menyambut kedatangan Rajo Godong (pemimpin besar) Presiden Joko Widodo, di dekat Desa Bukit Suban, Kecamatan Airitam. Kabupaten Sarolangun, kemarin sore.
Sejak pagi, mereka sudah bergabung dengan ratusan warga desa lain di luar hutan tempat tinggal mereka.
Sambil menunggu kedatangan Jokowi, beberapa tokoh Orang Rimba menghibur khalayak dengan atraksi adat mereka, seperti berbalas pantun.
Presiden sengaja datang untuk melihat dampak kebakaran hutan dan lahan, serta lokasi evakuasi Orang Rimba yang terdampak kabut asap, di sebuah rumah singgah yang disiapkan aktivis Komunitas Koservasi Indonesia (KKI) Warsi, di pinggiran Desa Bukit Suban, Sarolangun, Jambi.
Pukul 16.00 WIB, tiga helikopter yang membawa sang Rajo Godong dan rombongan pun tiba.
Sempitnya waktu, membuat tokoh adat tidak leluasa berdialog dengan Jokowi.
Namun, pemimpin kelompok Orang Rimba, Temenggung Grip, sempat melontarkan permintaan kepada Jokowi untuk membuatkan sumur bor dan penerangan listrik PLN.
"Rajo Godong tidak sempat banyak cakap. Baru mendengar omongan dari kelompok Grip. Jika memang dibantu, kelompok Orang Rimba di tempat lain juga dikasih. Soalnya, semenjak hutan habis menjadi kebun sawit, air sungai telah beracun, tidak bisa diminum lagi," ujar Temenggung Tarib, pemuka adat kelompok Orang Rimba, di pinggiran hutan Desa Bukit Suban.
"Tadi awak minta supaya Rajo Godong menyisakan hutan buat kami Orang Rimba. Hidup kami semakin susah semenjak hutan di Jambi jadi kebun. Sanak kami banyak tinggal menumpang di kebun-kebun sawit. Tetapi, permintaan sayo belum sempat dijawab," tambah Tarib yang pernah mendapat piala Kalpataru dari pemerintah pusat.
Sebelum tiba di Jambi, Presiden lebih dulu mengunjungi rumah singgah balita korban asap yang didirikan lembaga swadaya masyarakat korban asap, di perkampungan padat Lorong Keramat, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.
Rumah singgah itu hanya berukuran 3 x 4 meter, namun dilengkapi AC, sehingga cukup nyaman untuk menampung anak bermain-main. Jokowi mengapresiasi berdirinya rumah singgah tersebut.
"Kami melihat peran masyarakat, peran nongovernment organisation (NGO) dalam rangka penanganan asap," papar Jokowi.
Menurutnya, langkah yang dilakukan masyarakat itu sudah tepat.
Sebab, balita sangat rentan mengidap penyakit yang ditimbulkan kabut asap.
"Ya, sudah baik, terutama yang berhubungan dengan bayi. Ada obat-obatan juga," tambahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved