Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai Jawa Tengah sebagai daerah terbaik dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP). Penilaian itu disampaikannya saat meninjau KKMP Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (30/1).
Zulhas mengatakan dirinya mendapat tugas berkeliling ke berbagai daerah untuk meninjau kesiapan KKMP dan melaporkannya langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Dari hasil kunjungan tersebut, Jawa Tengah dinilai paling siap dibanding daerah lain. “Saya datang ke Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, dan saya lapor di Hambalang. Saya bilang ke Presiden, Jawa Tengah yang terbaik,” ujar Zulhas.
Ia menyebut kesiapan pemerintah daerah, dukungan pemerintah kota hingga kelurahan, serta keterlibatan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan KKMP di Jawa Tengah. Zulhas menargetkan KKMP dapat mulai beroperasi penuh pada Maret 2025.
Menurutnya, KKMP merupakan program strategis Presiden Prabowo yang terintegrasi dengan agenda swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan koperasi desa dan kelurahan.
“Program Presiden itu saling terkait. Swasembada pangan penting agar kita tidak tergantung impor. KKMP nanti juga akan menyuplai bahan pokok untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelasnya.
MILIKI KONSEP MATANG
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi KKMP Sampangan yang dinilai memiliki konsep matang dan berpotensi menjadi contoh nasional.
“Koperasi Merah Putih di Kota Semarang ini sudah terkenal dan banyak jadi tujuan studi banding daerah lain. Harapannya, penyelenggaraan di sini bisa menjadi teladan,” ujarnya.
Agustina mengakui pengelolaan koperasi skala besar di wilayah perkotaan memiliki tantangan tersendiri. Namun, dengan dukungan pemerintah pusat dan penguatan gotong royong, ia optimistis KKMP Sampangan dapat berjalan berkelanjutan.
Pemerintah pusat, lanjutnya, akan mendukung melalui pasokan barang siap jual dari Bulog serta kebijakan yang mengarahkan SPPG membeli bahan pangan dari koperasi. Pemkot Semarang juga mendorong penguatan keanggotaan koperasi, termasuk mewajibkan ASN ber-KTP Kota Semarang menjadi anggota koperasi.
Saat ini, terdapat 177 koperasi kelurahan di Kota Semarang. Sebanyak sembilan koperasi tercatat aktif dengan omzet di atas Rp10 juta per hari, bahkan satu koperasi mencapai perputaran hingga Rp70 juta per hari.
KESIAPAN BEROPERASI
Ketua KKMP Sampangan Kuncar Asrianto menyampaikan koperasinya telah berjalan sebelum gedung baru selesai dibangun. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk segera beroperasi.
“Sebelum gedung ini dibangun, koperasi kami sudah bekerja sama dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, BRI, Pos Indonesia, hingga Pertamina,” katanya.
Produk yang disiapkan antara lain beras SPHP, beras premium, Minyakita, serta komoditas UMKM lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan telur yang akan disalurkan ke anggota koperasi dan kios-kios kecil.(E-2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved