Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Puluhan Tahun Terendam Rob Ribuan Hektare Sawah di Pantura Jawa Tengah Tidak Produktif

Akhmad Safuan
09/1/2026 20:09
Puluhan Tahun Terendam Rob Ribuan Hektare Sawah di Pantura Jawa Tengah Tidak Produktif
Ribuan hektare sawah di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak tidak lagi berproduksi akibat terendam banjir rob.(MI/Akhmad Safuan)

RIBUAN hektare sawah di sejumlah daerah di Jawa Tengah tidak dapat berproduksi akibat terendam banjir air laut pasang (rob). Bahkan sebagian besar dibiarkan menjadi lahan tidur karena tidak dapat ditanami dan lainnya berubah menjadi tambak rakyat untuk budidaya perikanan air payau.

Jumlah lahan pertanian yang tidak lagi dapat berproduksi tersebut mencapai ribuan hektare. Lahan tersebut tersebar di sejumlah daerah mulai dari Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati. 

"Sudah puluhan tahun di sini tidak ada sawah setelah terendam rob, padahal dulu merupakan lumbung pangan potensial karena lahan yang subur," ujar Warisan,55, warga Sayung, Kabupaten Demak.

Hal serupa juga diungkapkan Haryoso, 60, warga Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Dia mengatakan akibat terendam banjir rob ini ribuan hektare area persawahan telah berubah fungsi menjadi kawasan industri, perumahan dan tambak budidaya ikan. Dengan kondisi ini, ribuan petani pun beralih profesi.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Disparperta Kabupaten Batang Rini Diana Anggraini mengatakan pemerintah daerah fokus mendorong capaian luas tambah tanam dengan meminimalkan berbagai risiko yang dihadapi petani, khususnya di wilayah terdampak rob karena dari 16 ribu hektare sawah baku di daerah ini, 406 hektare di antaranya terdampak rob. "Kita Semarang ini fokus menangani 406 hektare sawah yang rusak danvtidak dapat produksi akibat terendam rob," ujar  Rini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Pandu Rapriat Rogojati mengungkapkan akibat banjir rob di barat Kota Semarang ini, sebanyak 560 hektare sawah tidak lagi dapat ditanami padi, sehingga berdampak terhadap penurunan produksi tanaman pangan tersebut.

Ratusan hektare sawah terlanda rob tersebut, lanjut Pandu Rapriat Rogojati, merupakan lahan hijau sehingga tidak dapat dialihfungsikan dengan bentuk lain. Meskipun ada yang tejah beralih fungsi tetapivdi luar kawasan hijau. "Ada sekitar 100 hektare beralih menjadi area budidaya ikan, tetapi itu bukan alih fungsi," tambahnya.

PADI BIOSALIN
Langkah pengembalian lahan pertanian yang telah 10 tidak produktif akibat banjir rob  telah dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan dengan mengembangkan padi Biosalin di Klidungan, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, sehingga kini sebanyak 95 hektare sawah kembali dapat berproduksi.

"Saya bersyukur dengan mengembangkan padi Biosalin, dari ujicoba 1,5 hektare sawah yang berhasil baik berkemvang menjadi 35 hektar dan kini mencapai 85 hektare sawah terdampak rob sudah kembali berproduksi," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Sebelumnya, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengembalikan kesuburan lahan terdampak banjir agar dapat berproduksi, sehingga akan semakin memperkuat ketahanan pangan.

"Beberapa bulan lalu kita telah berhasil mengembalikan 512 hektare sawah terdampak banjir di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak menjadi subur dan kembali berproduksi, secara bertahap akan dilakukan hal yang sama di daerah Pantura ini," tutur Defransisco. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya