Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Dekranasda NTB Tampilkan Kekayaan Tenun Pulau Lombok dan Sumbawa Gelar Wastra di Senggigi

Yusuf Riaman
21/12/2025 13:21
Dekranasda NTB Tampilkan Kekayaan Tenun Pulau Lombok dan Sumbawa Gelar Wastra di Senggigi
Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menyaksikan kerajinan dan pajangan tenun pada kegiatan Gelar Wastra di Senggigi.(Dok.Pemprov NTB)

KEGIATAN Gelar Wastra yang berlangsung di Pasar Seni, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat menjadi ajang memperkenalkan kekayaan wastra NTB, khususnya tenun dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.    

“Pada hari ini, kita ingin mempersembahkan kegiatan ini sebagai penutupan rangkaian Dekranasda Provinsi. Melalui kesempatan ini, kami menampilkan beragam kerajinan unggulan dari dua pulau yang kita miliki, sekaligus menggiatkan kembali kawasan Senggigi,” kata Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, membuka kegiatan Gelar Wastra yang digelar di Pasar Seni Senggigi, Sabtu (20/12). 

Sinta menjelaskan kepada para wisatawan mancanegara yang hadir bahwa Gelar Wastra menjadi ruang untuk melihat secara langsung khazanah tenun NTB dari dua pulau utama, lengkap dengan ragam motif dan filosofi yang menyertainya.

Selain menampilkan koleksi tenun Lombok dan Sumbawa, kegiatan ini juga memperlihatkan secara langsung proses pembuatan tenun oleh para perajin. 

Gelar Wastra turut dimeriahkan dengan pementasan Wayang Sasak oleh Sekolah Pedalangan Wayang Sasak, yang mengangkat kisah Dewi Rengganis dan kesedihannya atas hilangnya warisan tenun Lombok, Samawa, dan Mbojo.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB juga memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai cara mengenali tenun asli dan tenun palsu. Edukasi tersebut meliputi penjelasan tentang perbedaan harga, kualitas bahan, hingga tekstur kain saat disentuh.

Melalui kegiatan Gelar Wastra ini, Dekranasda NTB berharap kecintaan terhadap tenun lokal semakin tumbuh, sekaligus mendorong geliat ekonomi kreatif dan pariwisata di kawasan Senggigi.

Wastra berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti kain atau busana. Wastra Nusantara adalah sebutan untuk kain-kain tradisional Indonesia yang kaya akan nilai seni, budaya, filosofi, dan kearifan lokal, melipuiti batik, tenun, ikat, songket, ulos dan lainnya. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya