Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ungkap Dugaan Perundungan, Polisi Bongkar Makam Siswa MTs di Brebes

Supardji Rasban
20/12/2025 23:29
Ungkap Dugaan Perundungan, Polisi Bongkar Makam Siswa MTs di Brebes
Sejumlah personel Polres Brebes, jaga ketat pembongkaran makam Azka Rizki Fadholi, siswa MTs Miftahul Ulum Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.(MI/Supardji Rasban)

Tabir gelap kematian Azka Rizki Fadholi, 11, siswa kelas VII MTs Miftahul Ulum Rengaspendawa yang meninggal dunia pada Agustus lalu, mulai dibuka kembali. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban guna melakukan autopsi menyeluruh, Sabtu (20/12).

Langkah hukum ini diambil untuk menjawab kecurigaan pihak keluarga yang menduga korban meninggal akibat aksi perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Proses ekshumasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, berlangsung selama beberapa jam secara tertutup. Area makam dipasangi garis polisi dan dijaga ketat untuk memastikan Tim Kedokteran Forensik (Dokkes) Polda Jawa Tengah dapat bekerja secara maksimal.

Kapolres Brebes, AKB Lilik Ardhiansyah, melalui Kasat Reskrim AK Resandro Handriajati, menegaskan bahwa tindakan medis ini merupakan prosedur krusial dalam penyelidikan demi mendapatkan bukti ilmiah (scientific crime investigation).

"Ekshumasi dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap ada tidaknya unsur kekerasan fisik yang berkaitan langsung dengan kematian korban. Saat ini, kami menunggu hasil autopsi resmi dari tim Dokkes Polda Jateng," ujar Resandro di lokasi pemakaman.

Pihak keluarga, terutama sang ibu, terus menyuarakan tuntutan keadilan sejak kepergian Azka. Menurut mereka, terdapat kejanggalan pada kondisi fisik korban sebelum mengembuskan napas terakhir, yang mengarah pada dugaan penganiayaan oleh rekan sekolahnya.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk pihak sekolah dan teman korban.

Polres Brebes memastikan akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan. Jika hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, polisi tidak akan ragu meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan lebih lanjut.

"Keluarga berharap proses ini menjadi titik terang. Kami berkomitmen memberikan kepastian hukum atas kasus yang menimpa anak di bawah umur ini," pungkas Resandro. (JI/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Aries
Berita Lainnya