Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TOKOH adat Dayak di kawasan Pegunungan Meratus Kalimantan Selatan, yang disapa Kai Musa meninggal dunia pada usia 119 tahun. Sesepuh yang bermukim di wilayah terpencil kaki Pegunungan Meratus di Dusun Mangkiling, Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini merupakan salah satu tokoh sentral yang menentang alih fungsi hutan Meratus.
"Almarhum wafat karena sakit di kediamannya di Dusun Mangkiling, Senin (15/12) malam, di usia 119 tahun. Kai Musa sudah memeluk agama Islam dan sesuai pesannya sebelum meninggal agar dimakamkan di dusun tempat tinggalnya di Mangkiling," kata Kasman, keponakan almarhum, Selasa (16/12).
Kasman yang juga ketua organisasi relawan lingkungan Posko Meratus mengatakan salah satu wasiat beliau adalah jaga dan pertahankan hutan keramat (hutan adat) Meratus. Itulah kenapa Kai Musa memilih tetap bertahan dan tinggal di daerah terpencil di kaki Pegunungan Meratus dengan berbagai keterbatasannya.
Kai Musa dikenal dengan sebutan Pambakal Canggung dan merupakan tokoh Dayak Meratus yang sepanjang hidupnya vokal menyuarakan kelestarian lingkungan, pengakuan masyarakat adat, serta menjaga keseimbangan alam di kawasan Pegunungan Meratus.
Kepergian Kai Musa meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar kawasan pegunungan Meratus. Termasuk para pegiat dan organisasi lingkungan di Kalsel.
Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Raden Rafiq Wibisono menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang penjaga alam, sekaligus juru kunci hutan Meratus yang hidup menyatu dengan alam hingga akhir hayatnya. "Kai Musa bukan sekadar sesepuh adat, ia adalah penjaga hutan, tanah, dan kehidupan. Di usia panjangnya, beliau berdiri teguh melawan perampasan ruang hidup, merawat kearifan lokal, dan menjaga Meratus agar tetap lestari untuk generasi mendatang," tegas Raden Rafiq.
Kawasan pegunungan Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tepatnya Dusun Mangkiling, Desa Datar Ajab ini sempat menjadi sorotan dunia internasional terkait aksi masyarakat yang menentang alih fungsi hutan Meratus untuk industri kayu pada era 1980-an serta banjir bandang yang meluluhlantakkan kawasan tersebut pada 2021 lalu. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved