Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Polisi Pra-Rekonstruksi Kasus Anak SD Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan

Yoseph Pencawan
14/12/2025 17:40
Polisi Pra-Rekonstruksi Kasus Anak SD Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan
Polisi menggelar pra-rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan seorang ibu di Medan.(MI/Yoseph Pencawan)

POLISI menggelar pra-rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan seorang ibu berinisial FS oleh anak kandungnya sendiri di kawasan Medan Sunggal, Kota Medan, Minggu (14/12). Pra-rekonstruksi dilakukan di rumah korban dengan menghadirkan terduga pelaku serta sejumlah saksi, dan tetap dipasang garis polisi di lokasi kejadian.

Pra-rekonstruksi tersebut tampak dipantau langsung Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak bersama jajaran. Termasuk Kasat Reskrim, Kapolsek Sunggal dan Kanit Reskrim Polsek Sunggal.

Proses pra-rekonstruksi berlangsung tertutup di dalam rumah dua lantai milik korban. Proses hukum ini menarik perhatian ratusan warga sekitar yang terlihat memadati area luar rumah.

Hingga kegiatan berlangsung, polisi belum memberi keterangan resmi terkait hasil pra-rekonstruksi tersebut. Informasi detil mengenai rangkaian peristiwa dan peran terduga pelaku masih dalam pendalaman penyidik.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah FS ditemukan meninggal dunia akibat luka tikam di rumahnya di Medan Sunggal pada Rabu (10/12). Penikaman diduga dilakukan oleh anak korban yang masih berstatus pelajar sekolah dasar.

Dari informasi yang dihimpun, korban mengalami sekitar 20 luka tikaman di bagian tangan dan punggung. Informasi tersebut diperoleh warga setelah mengetahui kondisi korban saat kejadian.

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa bermula ketika FS tidur bersama dua anaknya, AJ dan AL, di lantai satu rumah. Sementara suami korban tidur di kamar lantai dua.

Sekitar pukul 04.30 WIB, AJ disebut berteriak memanggil ayahnya. Saat ayahnya turun ke lantai satu, AL terlihat memegang pisau, sementara korban sudah dalam kondisi lemas akibat luka tusukan.

Kepala lingkungan setempat, Tono, menduga motif dugaan pembunuhan dipicu faktor sakit hati. Menurutnya, sebelum kejadian, korban sempat memarahi AJ yang merupakan kakak AL. Namun dia tidak tahu pasti jumlah tusukan, hanya melihat luka tikam di bagian tangan korban saat masuk ke rumah tempat kejadian.

Perkembangan terkini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan motif kasus tersebut. Termasuk mendalami keterangan saksi dan hasil pra-rekonstruksi. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya