Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
POLLUX Hotels Group Tbk (POLI) resmi mencatatkan Obligasi Terkait Keberlanjutan (Sustainability-Linked Bond/SLB) I Tahun 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/12). Instrumen senilai Rp500 miliar ini menjadikan POLI sebagai pengembang properti hospitality pertama di Indonesia yang meluncurkan SLB, sekaligus menandai babak baru pendanaan berbasis ESG di pasar modal Tanah Air.
Presiden Direktur Pollux Hotels Group, Handojo K. Setyadi, mengatakan penerbitan obligasi ini menjadi langkah penting karena untuk pertama kalinya perusahaan masuk ke pasar obligasi keberlanjutan dengan penjaminan penuh dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), lembaga trust fund di bawah Asian Development Bank (ADB).
“Obligasi ini mencerminkan kualitas kredit tertinggi dan risiko sangat minimal bagi investor. Selain instrumen pendanaan, ini adalah komitmen strategis kami untuk memperkuat praktik ESG di industri hospitality,” ujar Handojo.
Obligasi diterbitkan dalam dua tenor, yakni tiga tahun dengan kupon 5,85%dan lima tahun dengan kupon 6,25%. Instrumen ini juga meraih peringkat tertinggi dari Pefindo.
OVERSUBSCRIBE DUA KALI
Director of Social and Environmental Compliance Pollux Hotels Group, Jo Diana Po, menyampaikan bahwa pasar memberikan respons positif terhadap penerbitan SLB ini. POLI mencatat oversubscribe hampir dua kali lipat dari target.
“Mayoritas investor memilih tenor lima tahun. Ini indikasi kuat bahwa pasar percaya Indonesia sedang bergerak menuju standar ESG global,” kata Jo Diana.
Ia menegaskan bahwa ESG bukan lagi tren, tetapi kebutuhan mendesak, terutama setelah tragedi di Sumatera yang menelan hampir seribu korban jiwa. “ESG harus menjadi kerja kolaboratif antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Semua pihak harus terlibat,” imbuhnya.
Dana hasil penerbitan akan dialokasikan untuk program keberlanjutan Pollux, termasuk pengurangan emisi karbon, pengelolaan ulang air limbah, dan peningkatan efisiensi energi. Sebagian lainnya digunakan untuk refinancing fasilitas kredit perusahaan.
Investment Specialist CGIF, Boniaga Mangin, mengapresiasi kesuksesan penerbitan SLB pertama POLI. Ia menegaskan bahwa dukungan CGIF mencakup seluruh pembayaran pokok dan bunga obligasi.
“Dukungan penuh ini mencerminkan apresiasi terhadap fundamental perseroan dan komitmen ESG. Kami berharap keberhasilan ini mendorong emiten lain untuk mengakses pasar obligasi, khususnya berbasis keberlanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, pencatatan ini menjadi pencapaian signifikan bagi CGIF dalam menjalankan mandat pengembangan pasar obligasi Indonesia.
PROSES PENERBITAN
Group Head Capital Market Korea Investment and Securities Indonesia (KISI), Luthfi Andhika, menjelaskan proses penerbitan SLB ini memakan waktu sekitar satu tahun, termasuk penyusunan framework keberlanjutan sesuai POJK 18.
“Framework SLB Pollux berfokus pada penurunan emisi karbon melalui pemasangan solar panel dan efisiensi operasional. Transaksi ini unik dan memiliki nilai sejarah bagi pasar modal Indonesia,” ujar Luthfi.
Ia menekankan bahwa SLB ini menunjukkan transisi perusahaan properti dari energi berbasis batubara menuju energi terbarukan. Associate Director KISI, Syubban Aqdam, menambahkan minat pasar sangat tinggi berkat dukungan CGIF. “Oversubscribe hampir dua kali, mayoritas memilih tenor lima tahun. Ini menunjukkan kepercayaan tinggi pasar terhadap Pollux dan CGIF,” ujarnya.
Syubban mencatat obligasi lima tahun ini menjadi satu-satunya obligasi CGIF dengan kupon di bawah 7%, sekaligus mencatat rekor karena hanya memiliki satu underwriter.
PERKUAT TRANSISI HIJAU
Sebagai bagian dari ta+rget jangka menengah, Pollux menargetkan pemasangan panel surya berkapasitas 40 kWp hingga 2029 yang diproyeksikan dapat menekan emisi sekitar 184.320 kg CO? ekuivalen. Perusahaan juga meningkatkan efisiensi sistem pendingin serta memperkuat manajemen air, termasuk menekan kehilangan non-revenue water melalui deteksi kebocoran dan daur ulang grey water.
“Kami percaya pertumbuhan finansial dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan. POLI ingin menjadi pelopor model bisnis hijau di sektor properti,” tutup Handojo. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved