Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Menuju Kota Industri Aman, Pemusnahan Barang Bukti di Batang Wujud Transparansi Penegakan Hukum

Supardji Rasban
11/12/2025 18:07
Menuju Kota Industri Aman, Pemusnahan Barang Bukti di Batang Wujud Transparansi Penegakan Hukum
Kejaksanaan Negeri Batang memusnahkan melakukan barang bukti berbagai kasus kejahatan pada Kamis (11/12).(MI/Supardji Rasban)

PEMERINTAH Kabupaten Batang  Jawa Tengah (Jateng), kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan wilayah yang tengah berkembang pesat sebagai pusat industri. Dalam kegiatan pemusnahan barang bukti berbagai kasus kejahatan oleh Kejaksaan Negeri Batang pada Kamis (11/12), dinilai bukan sekadar prosedur hukum, tetapi juga bentuk transparansi kepada publik.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan mencakup obat terlarang tanpa izin edar total 7.984 butir dengan rincian  3.960 butir pil Yarindo, 2.582 butir pil MF/X dan 1.256 butir DMP serta narkotika Golongan I 90,76 gram sabu dan 990,4 gram ganja kering.

Pemusnahan dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Batang, Raymond Ali, dan menjadi rangkaian akhir dari proses panjang penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga putusan pengadilan yang telah inkracht sejak 2024–2025. 

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memastikan bahwa penegakan hukum di Batang berjalan terbuka dan akuntabel. Kegiatan pemusnahan bukanlah seremonial belaka, melainkan pesan bahwa aparat penegak hukum di Batang bekerja secara tuntas dan terukur.

Menurut Faiz, sinergi antarlembaga seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan, serta dukungan pemerintah daerah menjadi pondasi penting menghadapi tantangan kriminalitas seiring meningkatnya geliat pembangunan industri.

“Momentum ini menunjukkan proses hukum dijalankan secara transparan dari awal hingga akhir. Kami ingin masyarakat tahu bahwa barang bukti yang pernah menjadi alat kejahatan kini telah dimusnahkan sesuai putusan pengadilan,” ujar Faiz.

Faiz menyebut peningkatan status Kepolisian Batang menjadi Polresta serta pembukaan polsek baru di sejumlah titik krusial akan memperkuat keamanan, terutama di kawasan yang menjadi aset nasional. Pemusnahan sejumlah barang bukti kali ini tetap menyingkap tantangan besar yang dihadapi Batang. Ancaman narkotika tercatat masih dominan sepanjang dua tahun terakhir. "Kami ingin memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga seiring perkembangan Batang sebagai kawasan industri,” jelas Faiz.

Kajari Batang, Raymond Ali menyampaikan bahwa pemusnahan sarana digital penting dilakukan mengingat perkembangan kejahatan kini juga merambah ruang siber. "Dari jejak digital tiga akun, dua akun di antaranya  Instagram lalu satu dompet digital DANA serta ratusan item pakaian, tas, dokumen palsu, hingga sertifikat tanah," jelas Raymond.

Selain narkotika, Kejari Batang juga memutus potensi kejahatan fisik dan kejahatan digital. "Kami juga memusnahkan 12 senjata tajam dan senpi rakitan (celurit, corbek, samurai, dua air softgun) termasuk 9 unit ponsel & 11 kartu SIM," tegas Raymond. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya