Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Sukses Wujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Bebas Rentenir, Kota Bandung Raih Penghargaan OJK

Naviandri
11/12/2025 14:02
Sukses Wujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Bebas Rentenir, Kota Bandung Raih Penghargaan OJK
Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Bandung menggelar Festival KBR 2025.(MI/Naviandri)


PROGRAM Kampung Bersih Rentenir (KBR) yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan mulai membuahkan hasil. Terbukti Kota Bandung meraih Penghargaan Literasi Keuangan Terbaik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Atas keberhasilan tersebut Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan menggelar Festival KBR 2025 yang diikuti 14 kecamatan. Dengan tema "Mewujudkan Kemandirian, Merdeka dari Rentenir, Sejahtera Bersama Bandung Utama. Hadir pada acara tersebut pimpinan DPRD Kota Bandung, OJK Jawa Barat, perbankan, PT PNM Madani, Baznas serta stakeholder terkait.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Bandung, Drs. H.R Budhi Rukmana  Kamis (11/12) menyatakan, sejak dibentuknya Satgas Anti Rentenir pada 2017, Kota Bandung telah menangani 1.590 pengaduan korban rentenir hingga November 2025. Program KBR, sebagai inisiatif unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sejak 2022, fokus pada literasi keuangan, akses lembaga keuangan resmi dan
penguatan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi hexa helix. 

"Berkat dukungan OJK Jawa Barat, Kota Bandung meraih penghargaan Financial Literacy Award kategori Pemerintah Daerah Terbaik Level Kota dari OJK Pusat atas program literasi keuangan Satgas Anti Rentenir dan KBR," ungkapnya.

Menurut Budhi, pada Festival ini menampilkan produk unggulan anggota KBR dari 14 kecamatan, termasuk makanan dan minuman yang disajikan kepada hadirin serta gelar seni budaya. Penghargaan diberikan kepada kelompok terbaik dalam literasi keuangan, partisipasi aktif dan terinspirasi, lengkap dengan piala, piagam dan uang pembinaan dari Pemkot Bandung. 

"Kami menargetkan pada 2026, program akan meluas ke 7 kecamatan baru yakni Sukasari, Andir, Sumur Bandung, Buah Batu, Bojongloa Kidul, Mandalajati dan Bandung Kidul," ungkapnya.

Budhi menambahkan, program KBR ini membuktikan langkah preventif efektif mengatasi rentenir dan pinjol ilegal melalui peningkatan ketahanan ekonomi dan literasi. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, DPRD, OJK dan semua mitra. Semoga KBR terus berkelanjutan menuju Bandung bebas rentenir," ucapnya.

Tentang KBR yang merupakan program berkelanjutan dari Pemkot Bandung dalam 3 tahap yakni aktivasi, keberlanjutan dan kemandirian yang
telah mencakup 14 kecamatan pada 2025, dengan pendampingan mikro berkelanjutan, diantaranya Kecamatan Regol, Bojongloa Kaler, Batununggal, Bandung Wetan. Antapani,  Astana Anyar,  Arcamanik,  Kiaracondong, Ujung Berung, Cibiru. Sukajadi, Lengkong, CInambo dan  Cicendo.

Sedangkan prestasi dan hasil program KBR 2025 mencakup;
- Penurunan ketergantungan rentenir dari 51,54% menjadi 6,48%.
- Peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan dan akses lembaga resmi
dari 39,81% menjadi 94,75%.
- Peningkatan strategi usaha dari 30,86% menjadi 93,21% dan kesadaran kolektif anti-rentenir dari 41,05% menjadi 93,21%.
- Terbentuk 14 kelompok KBR dengan 477 anggota aktif, 32 produk olahan (ditampilkan di booth festival), 281 NIB, 70 sertifikat halal, 11 PIRT dan 67 fasilitasi kemasan.
- Fasilitasi pembiayaan untuk 102 orang senilai Rp167.950.000, tabungan terkumpul Rp68.601.800, serta 48 mitra kolaborasi dan 114 bazar pemasaran.
- Pendirian koperasi seperti Koperasi Berkah Usaha Manunggal, Koperasi Cinta Abadi Sejahtera (Cibiru), Koperasi Cawistra (Cinambo), dan Yayasan Rekan Setia Bersama (Kiaracondong).(E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya