Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
GUBERNUR Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa kerusuhan yang terjadi beberapa hari terakhir, yang mengakibatkan terbakarnya sejumlah gedung dan korban jiwa.
Pernyataan ini disampaikannya mewakili pemerintah provinsi dan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Minggu (32/8/2025).
Sudirman mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa Kantor DPRD Provinsi Sulsel dan DPRD Kota Makassar, serta kehilangan empat warga akibat kebakaran di gedung dewan.
"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Tentu kita berduka yang mendalam. Atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan jajaran Forkopimda, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan ketabahan dan mengangkat derajat mereka di sisi-Nya," kata Sudirman.
Ia mengajak seluruh masyarakat Sulsel untuk menahan diri dan menjaga ketertiban. "Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk menahan diri, menjaga ketertiban, serta mengutamakan kedamaian. Kita semua mencintai tanah ini. Mari kita bersama-sama merawat Sulawesi Selatan agar tetap damai, aman, dan kondusif," seru Sudirman.
Menurutnya, perbedaan pendapat dan penyampaian aspirasi adalah hal wajar dalam demokrasi, namun harus disampaikan dengan cara yang bermartabat dan menjunjung tinggi persatuan.
Dengan mengacu pada falsafah Bugis Makassar dan Toraja, Sipakatau, Sipaka lebbi, Sipaka inga' (Saling memanusiakan, saling menghargai dan saling mengingatkan), Gubernur menyatakan keyakinannya bahwa masyarakat Sulsel mampu bangkit dari ujian ini dan membangun masa depan daerah yang lebih baik. (H-1)
Gubernur Melkiades juga meminta masyarakat untuk mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi, baik kepada pemerintah maupun antarwarga.
Tiga rumah jabatan wakil ketua DPRD yang berbatasan dengan Kompleks Pengadilan Tinggi Sulsel dilaporkan hanya mengalami kerusakan minor.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra mengatakan, kondisi Gedung DPRD yang mengalami kerusakan pada bagian pintu kaca pecah, kursi, meja di ruang sidang berantakan.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, fasilitas yang rusak antara lain pintu gerbang bagian kanan. Kondisinya jebol setelah dirobohkan para pengunjuk rasa.
Para pelajar SMP, SMA, SMK dan SMP tersebut ditangkap setelah ketahuan berbuat anarkis saat mengikuti aksi demonstrasi, sehingga diangkut ke Polrestabes Semarang dan kemudian diperiksa.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved