Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
KABUPATEN Sorong, Papua Barat Daya, kembali hadir pada gelaran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2025 yang berlangsung di Hall 5 & 6 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, 28–31 Agustus 2025. Kehadiran ini menjadi partisipasi ketiga kalinya bagi Kabupaten Sorong dalam ajang tahunan yang mempertemukan pemerintah daerah dengan pelaku usaha, investor, serta pemangku kepentingan pembangunan nasional.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengembangan Iklim dan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Sorong, Ronny Nahuway, menyampaikan bahwa tahun ini Kabupaten Sorong kembali mengusung konsep alam sebagai tema utama. Hal tersebut merupakan cerminan komitmen masyarakat Sorong untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkenalkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami tetap membawa nuansa alam Papua. Sorong memiliki wilayah yang luas dengan sumber daya alam yang besar. Tugas kita adalah menjaga kelestarian tersebut, sembari memperkenalkan potensinya agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Ronny dalam wawancara di stand Kabupaten Sorong pada hari pertama expo, Kamis (28/8).
Dalam pameran tahun ini, Kabupaten Sorong menampilkan berbagai produk unggulan UMKM, mulai dari hasil hutan, olahan laut, hingga produk unik berbahan dasar alam. Beberapa di antaranya meliputi produk garam berbasis ikan laut rendah sodium, teh dari kulit kayu, olahan rumput laut, hingga kerajinan khas Sorong. Secara keseluruhan, terdapat enam produk UMKM yang dibawa untuk dipamerkan.
Ronny berharap keikutsertaan Kabupaten Sorong dapat membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM lokal. “Kami ingin UMKM kami tidak hanya tampil, tetapi juga mendapatkan perhatian, mitra kerja, hingga peluang pasar. Dengan begitu, mereka bisa naik kelas ke tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Selain memperkenalkan produk UMKM, Kabupaten Sorong juga menonjolkan potensi besar di sektor pertambangan, migas, perikanan, kelautan, pertanian, hingga jasa. Ronny optimistis bahwa melalui forum seperti AOE 2025, para investor akan semakin tertarik untuk menjajaki peluang investasi di Sorong.
“Keunggulan Kabupaten Sorong adalah wilayahnya yang luas dengan sumber daya alam yang melimpah. Kami berharap expo ini menjadi pintu masuk hadirnya investasi yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Ronny.(E-2)
Pengukuhan berlangsung di Gedung Lambert Jitmau, dihadiri Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, A.Md., Forkopimda Kota Sorong, Pimpinan OPD serta orang tua para anggota Paskibraka
Rembuk stunting ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah dan komitmen seluruh pemangku kepentingan yang ada.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Roneey Kalisaran mengatakan untuk menjadi salah satu pelayan publik, Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) harus menyusun strategi.
Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (7/8), melakukan sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Bripda NRN, ajudan Wakapolres Sorong, Papua Barat Daya, Kompol Emy Fenitiruma, bunuh diri pada Senin (15/7) sore. Pengawasan melekat harus diperkuat.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved