Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA 2024, di tengah melambatnya investasi dan ekspor, ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap tumbuh positif yakni 3,73% (yoy), meningkat dibandingkan 2023 sebesar 3,47% (yoy). Konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah menjadi kontributor utama peningkatan tersebut.
"Hal ini juga dibarengi dengan peningkatan kinerja sektor-sektor yang berkaitan dengan mobilitas dan pariwisata serta aktivitas belanja pemerintah. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat NTT terjaga dengan baik dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai keterbatasan yang mempengaruhi pelemahan investasi dan ekspor," kata Kepala Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (NTT) Agus Sistyo Widjajati saat berbicara pada kegiatan Duduk Ba Omong: Transformasi Ekonomi NTT di Kupang, Selasa (11/2).
Pada 2023, investasi di NTT tercatat 6,16% (yoy), namun turun menjadi 1,35% (yoy) pada 2024 dan ekspor dari 20,02% pada 2023 (yoy) menjadi minus 3,98% (yoy) pada 2024.
Kegiatan tersebut dihadiri Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto, Gubernur NTT terpilih Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin, Saleh Husin, Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim, Kemenko Pangan, Sugeng Santoso, serta akademisi an praktisi ekraf, Dwinta Larasati.
Agus juga mengajak berbagai pihak bersama-sama mendorong pemulihan ekonomi NTT di tengah pemulihan ekonomi global yang belum optimal. Sesuai proyeksi Bank Indonesia, prospek ekonomi Indonesia lebih berdaya tahan, yakni investasi tetap membaik, konsumsi rumah tangga tetap terjaga, ekspor nonmigas tumbuh relatif tinggi dan inflasi akan tetap terjaga.
Untuk ekonomi NTT, diperkirakan tumbuh lebih tinggi dalam rentang 3,65% sampai 4,25%. "Perkiraan tersebut juga akan didukung dengan kondisi laju inflasi 2025 yang akan tetap terjaga dalam sasarannya. Kami mengasumsikan dan kami memiliki optimis karena di tahun-tahun mendatang akan terjadi perbaikan produktivitas pangan, iklim yang lebih kondusif, dan investasi swasta pada sektor pariwisata dan energi," ujarnya.
Menurutnya, sinergi menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi NTT, seperti penguatan produktivitas pertanian, akselerasi investasi untuk industri makanan dan minuman, pengendalian inflasi dan digitalisasi pemda menyerap potensi pendapatan.
Penjabat Gubernur NTT Andriko Noto Susanto menyebutkan ada empat sektor yang dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) NTT yaitu pariwisata dan ekonomi kreatif, sumber daya laut, pertanian, energi baru terbarukan (EBT) dan konektivitas.
Menurut Andriko, ketergantungan NTT terhadap anggaran dari pemerintah pusat sangat tinggi. Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Rp5,3 triliun, sedangkan pendapatan asli daerah NTT baru sebesar Rp1,5 triliun.
Industri garam
Gubernur NTT terpilih Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan industri garam dan rumput laut akan dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru masyarakat NTT, bahkan untuk memenuhi kebutuhan nasional.
Menurut Melkiades, hilirisasi akan menjadi fokus Utama pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Melkiades Laka Lena-Johni Asadoma (Melki-Johni).
"Kami akan mengembangkan sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan pariwisata dengan hilirisasi sebagai fokus utama. Ini sejalan dengan visi pemerintah pusat," ujarnya.
Dia mengatakan, NTT tidak akan mengirim potensi yang ada ke luar daerah dalam bahan mentah, tetapi harus diolah di dalam daerah. Hal itu sejalan dengan janji kampanye Melki-Johni pada kampanye pilkada 2024. (N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved