Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WILAYAH Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, rawan bencana pergerakan tanah. Yang terbaru, pergerakan tanah terjadi di Kampung Tarikkolot, Desa Cibitung.
Karena itu, Pemerintah Kecamatan Rongga melayangkan surat permohonan kepada Badan Geologi untuk meninjau lokasi bencana pergerakan tanah tersebut. "Kami sudah mengirimkan surat melalui BPBD untuk meminta kajian geologi agar mereka melihat kondisi pergerakan tanah serta keamanan hunian warga," kata Camat Rongga, Agus Rudianto.
Dia mengatakan, kajian geologi sangat diperlukan untuk menjadi dasar
pengambilan kebijakan pemerintah terkait keamanan pemukiman. Jika lokasi tersebut dinyatakan tidak aman, maka pemerintah daerah harus menyiapkan lokasi aman untuk merelokasi warga.
"Harapan kami, peninjauan bisa menghasilkan penyebab pergerakan tanah serta tindak lanjut bagi para pemilik rumah," ujarnya.
Sementara ini, pihaknya menyarankan warga terdampak agar berhati-hati dan melakukan antisipasi terhadap keretakan tanah dengan cara mengurug dan membuat penahan tanah sementara.
Pembuatan jalan
Agus menjelaskan, berdasarkan keterangan warga setempat, kejadian
pergerakan tanah di lokasi tersebut sudah terjadi sebanyak 3 kali. Bencana itu dipicu aktivitas pembuatan jalan menuju PLTA Upper
Cisokan.
"Warga menduga akibat aktivitas pembangunan Jalan PLTA Upper Cisokan karena jarak dengan pemukiman berdekatan. Bahkan, infonya sempat ada beberapa rumah diberikan dana untuk kontrak rumah oleh pihak PLN," ucap Agus.
Namun demikian, dirinya tak mau buru-buru menyimpulkan penyebab pergerakan tanah seperti yang diungkapkan warga. Apalagi kesimpulan tersebut tak punya dasar kajian ilmiah.
"Penyebabnya apa, tentu perlu kajian. Karena itu, kami minta Badan Geologi turun, karena pembangunan akses pembangunan jalan sekarang sudah selesai," jelasnya.
Bencana di Tarikkolot menyebabkan 31 rumah jadi korban, Kamis (30/3). Lahan pemukiman seluas kurang lebih 3 hektare mengalami retakan memanjang dengan lebar antar 3-5 sentimeter. Selain ditemukan retakan, kontur lahan juga mengalami penurunan permukaan.
Pergerakan tanah dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi pada sepekan terakhir, ditambah kondisi tanah di lokasi sangat labil. Kejadian pergerakan tanah di wilayah ini merupakan yang ketiga kalinya, sebelumnya bencana serupa juga pernah terjadi pada 2016 dan 2018. (N-2)
MENSOS Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan santunan dengan total nilai Rp345 juta kepada ahli waris 23 Prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur akibat bencana tanah longsor Cisarua.
STATUS tanggap darurat bencana longsor Pasirlangu, Kecamatan Cisarua resmi dicabut pada Jumat, 6 Februari 2026. Meski demikian, proses pencarian korban masih dilanjutkan.
OPERASI pencarian korban longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat dipastikan akan ditutup pada Jumat (6/2) mendatang. Namun, Basarnas akan melakukan evaluasi.
Selain korban jiwa, ribuan warga yang selamat dari bencana harus diungsikan ke tempat aman. Hal ini menjadi perhatian khusus PTPN dengan langkah tanggap darurat bencana.
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
TIM Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 57 jenazah korban longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved