Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Jalur Selatan Dipadatik Pemudik Lokal

Budi Utama
08/7/2016 20:26
Jalur Selatan Dipadatik Pemudik Lokal
(ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

Penumpukan kendaraan masih terjadi di ruas jalur mudik di Jawa Barat hingga hari ini. Penumpukan kendaraan diprediksi masih akan terus terjadi hingga satu pekan kedepan, terutama untuk arus balik.
"Hari H, H+1, H+2 jalur mudik/balik dominan lancar, memang ada kepadatan, tapi tidak seperti ketika puncak arus mudik (H-3, H-2 dan H-1)," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Yusri Yunus kepada Media Indonesia saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (8/7).
Kepadatan arus mudik hingga H +2 ini masih terjadi di jalur utara, tengah, dan jalur selatan (Nagreg - Limbangan - Garut - Tasikmalaya - Ciamis - Jawa Tengah). Kendaraan di dominasi plat D dan B, pelancong yang bertujuan berwisata ke kawasan Garut dan Pangandaran. Selain itu, pemudik dari arah Bandung dan Jakarta masih banyak hingga hari ini.
"Masih banyak yang mudik setelah Lebaran, mereka berfikir setelah Lebaran bakal lengang, tapi ternyata ramai," kata dia.
Hari ini, Jumat, terjadi kepadatan di kawasan Nagreg, Limbangan, Garut dan di Tasikmalaya. Kendaraan yang melintas pada arus balik pun sudah terlihat sejak H+1, H+2, meskipun kepadatan kendaraan tidak signifikan. Sementara untuk puncaknya, kata Yusri, arus balik, utamanya yang melintasi selatan (Jawa Tengah - Ciamis - Tasikmalaya - Limbangan - Garut - Nagreg hingga masuk - Bandung - Jakarta), diprediksi akan terjadi pada H+3 dan H+4 atau hari Sabtu, 9 Juli besok dan Minggu, 10 Juli 2016, lusa.
"Kita prediksi arus balik hari Sabtu dan Minggu, karena kan hari Seninnya sudah mulai pada kerja. Untuk puncaknya (arus balik) hari Minggu," ujar Yusri.
Kepadatan arus balik, diprediksi masih akan terjadi pada sepekan ke depan dan bahkan bisa lebih dari sepekan.
Yusri mengimbau untuk pengendara sepeda motor agar meluncur pada siang hari. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Sebab, kecelakaan sering terjadi pada perjalanan malam, hal ini terlihat ketika pada arus mudik.
"(Sebanyak) 70% kecelakaan terjadi pada roda dua di malam hari. Kami imbau pengendara roda dua berangkat di siang hari. Kami tekankan jangan berangkat malam hari, rawan kecelakaan," imbuh Yusri. (BU/H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik