Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu sektor yang paling terdampak selama pandemi covid-19 adalah industri pariwisata. Itu sebabnya seiring mulai melandainya wabah tersebut, pemerintah mulai berusaha memulihkan perekonomian nasional, termasuk pariwisata.
Berangkat dari situ, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Mooryati Soedibyo (LPPMS), bersama PT. Mustika Ratu Tbk dan Direktorat Kursus dan Pelatihan pada Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, membuka program pelatihan dan sertifikasi spa therapist Level II 2022, di LPPMS.
LPPMS sebagai lembaga kursus dan pelatihan yang salah satu fokus programnya pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai di dunia kerja khususnya pada industri personal care, beauty and health menyadari bahwa hanya dengan SDM terlatih bisa berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Program pelatihan itu merupakan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) yang bertujuan untuk mendidik dan melatih peserta didik dengan keterampilan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja sehingga pada akhirnya mereka dapat terserap di dunia kerja.
Adapun latar belakang program PKK itu karena mayoritas tenaga kerja (58,77%/ 72,8 juta) memiliki tingkat pendidikan rendah (lulusan SMP/sederajat kebawah) tanpa keterampilan yang dibutuhkan pasar tenaga kerja (BPS, 2019). Selain itu sistem pendidikan menghasilkan cukup banyak lulusan semi-terampil, sementara pasar kerja memiliki kapasitas yang terbatas untuk menyerap lulusan tersebut, dan fakta tentang produktivitas tenaga kerja Indonesia relatif rendah (1,37%) jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand (5,28%), Vietnam (4,39%), dan Malaysia (2,16%) (Sumber: APO, September 2018).
"Tentu saja harapannya melalui program PKK ini masalah-masalah tersebut dapat teratasi dengan baik," ujar Bingar Egidius Situmorang selaku Presiden Direktur PT. Mustika Ratu Tbk.
“Para peserta akan dilatih oleh instruktur atau tenaga pengajar profesional yang memiliki sertifikasi bukan saja secara nasional melainkan juga secara internasional, seperti CIDESCO International. Dan yang menarik, untuk tahun ini para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan Spa Therapy level II, namun juga mendapatkan tambahan materi untuk berupa pendidikan karakter dan bahasa asing yang akan berguna saat bekerja kelak,” lanjut Bingar.
Lebih lanjut, Manager Operasional LPPMS yang juga sekaligus menjadi penanggung jawab program PKK, Faisal Raoef menjelaskan, para peserta akan dilatih dan dididik kurang lebih 2 bulan untuk menjadi Spa therapist handal tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeserpun, bahkan akan diberikan allowance (uang saku & transport).
“Semua biaya yang mencapai belasan juta rupiah untuk mengikuti program ini, mulai dari pelatihan, praktek dan uji kompetensi akan ditanggung oleh program PKK,” jelas Faisal.
Di akhir program para peserta akan mendapatkan 2 sertifikat dan sekaligus menegaskan penguasaan keahlian mereka, yakni sertifikat dari LPPMS dan sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). Dengan sertifikat kompetensi ini akan memudahkan para lulusan bekerja. Para alumni juga nantinya akan terus dipantau dan mendapatkan bantuan untuk disalurkan di dunia kerja, baik melalui afiliasi LPPMS yakni Taman Sari Royal Heritage (TSRH), The House of Mustika Ratu, ataupun jaringan spa LPPMS lainnya. (RO/A-1)
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved