Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Elevasi Bendungan Sutami Turun

Bagus Suryo Nugroho
08/7/2015 00:00
Elevasi Bendungan Sutami Turun
(MI/ Alexander Taum)
Elevasi air Bendungan Sutami di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus mengalami penurunan. Namun, warga Jawa Timur diminta tidak panik karena ketersediaan air baku mencukupi kebutuhan.

Kepala Bagian Komunikasi Perusahaan dan Good Corporate Governance PJT 1 Malang Didit Priambodo mengatakan elevasi di Bendungan Sutami hanya turun sedikit dan masih dalam batas normal.

Menurut data terbaru, elevasi atau ketinggian permukaan air bendungan setempat polanya 272,5 meter di atas permukaan laut (mdpl), tapi aktual 272,3 mdpl.

Kondisi elevasi yang di bawah pola itu dinilai wajar karena belum menyentuh angka 20%. Dengan demikian, pola masih seperti yang diharapkan.

"Debit outflow masih surplus dan operasional di bawah kendali pola," katanya.

Ia menjelaskan Perum Jasa Tirta 1 memenuhi target menampung air sesuai pola pada minggu keempat Juni lalu, yakni 272 mdpl. Target di bendungan terbesar di Jatim itu tercapai yang artinya ketersediaan air baku untuk irigasi, perikanan, industri, dan PDAM selama kemarau dalam kondisi aman.

Akan tetapi, dampak musim kemarau memang tidak bisa dimungkiri. Indikator paling jelas ialah pasokan air baku dari hulu Sungai Brantas semakin berkurang. Dampak kemarau itu juga bisa dilihat dari elevasi di Bendungan Selorejo, Malang, terus menurun, yakni polanya 621 mdpl, tapi aktual hanya 620 mdpl. "Debit Bendungan Selorejo minus 5%," tukasnya.

Harus antre
Pada bagian lain, masyarakat Kota Cimahi, Jawa Barat, mulai merasakan dampak musim kemarau yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir ini. Warga harus mengantre untuk mendapatkan air bersih di sejumlah lokasi penampungan air umum.

Kondisi itu misalnya dialami warga di Jl Cibogo, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Mereka sangat sulit mendapatkan air bersih. Misalnya, untuk mendapatkan satu jeriken air, warga harus menunggu selama dua jam.

"Pompa air di rumah sudah me­ngering, kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau ini, " ucap Sumiati, salah seorang warga Cibogo.

Kekeringan juga sudah melanda Kabupaten Sukabumi, Jabar. Sumur gali dan cublekan milik warga Kampung Cihonje Genteng, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, mulai kering kerontang. Kondisi tersebut akibat dampak kemarau yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir.

"Sumur gali di sini makin menyusut sejak awal musim kemarau. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda turun hujan," kata Darin, 35, salah seorang warga Kampung Cihonje, kemarin.

Di Purwakarta, Jabar, ratusan hektare lahan pertanian juga mengalami kekeringan. Para petani terancam gagal panen akibat tanaman padi mati karena tidak mendapatkan pasokan air.

Di Jawa Tengah, akibat kekering­an yang melanda, ribuan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) menyerbu permukiman penduduk di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Banyumas. Monyet tersebut mencari makan dan minum di lingkungan permukiman penduduk, karena makanan di hutan semakin sedikit. (DG/BB/RZ/LD/N-1)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik