Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi mengatakan, kemunculan siklon tropis saat ini tidak memengaruhi cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Wilayah NTT tidak dipengaruhi oleh adanya siklon yang terjadi di utara saat ini," kata Agung Sudiono Abadi, di Kupang, Jumat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Indonesia terutama dengan kemunculan siklon tropis.
Menurut dia, saat ini wilayah Nusa Tenggara Timur sedang memasuki masa peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan.
Selain itu, terdapat pula gelombang atmosfer yang aktif sejak 27 September 2022 dan diperkirakan masih akan aktif hingga tiga hari ke depan.
Kondisi ini didukung dengan kelembapan udara cukup basah di tiap lapisan atmosfer, sehingga menyebabkan sebagian wilayah NTT berpotensi hujan ringan–lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Dalam hubungan dengan itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai angin kencang yang terjadi pada sore hari serta petir yang dapat membahayakan keselamatan.
Masyarakat kata dia, diharapkan tetap mengupdate informasi resmi yang dikeluarkan BMKG, dan tidak mempercayai informasi tentang cuaca yang menyesatkan. (Ant/OL-12)
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved